Senin, 18 Mei 2020

Pentigraf_Lesly Agre A_VII B_13



 Sepotong Cerita Dari Sebungkus Kerupuk

Pagi itu, aku dan mama pergi ke supermarket. Karena hanya sebentar, aku memutuskan untuk menunggu di mobil sembari mendengarkan musik. Tiba-tiba, aku melihat seorang nenek yang turun dari bus jurusan Kroya - Cilacap.

Nenek itu berpakaian kusam dan terlihat letih, karena ia membawa barang dagangan yang begitu banyak di punggungnya. Ia pun menaruh barang dagangannya di teras supermarket. Ternyata, ia berjualan sayuran dan kerupuk. Ia menawarkan kepada orang-orang yang ada di sana. Karena di sana tidak ada yang membeli barang dagangannya, ia pun pergi ke terminal yang dekat dengan supermarket. Beberapa menit kemudian, ia kembali ke supermarket dengan wajah letihnya. Tiba-tiba, ada seorang bapak turun dari mobilnya. Penampilannya terlihat modis dan kekinian. Bapak itu mendekati si nenek untuk membeli kerupuk yang dijual si nenek. Aku tidak terlalu tahu berapa harga kerupuk, tetapi, yang aku tahu harga sebungkus kerupuk sekitar lima ribu-an. Bapak itu membayar dengan selembar uang lima puluh ribu-an. Saat si nenek ingin memberikan uang kembaliannya, bapak itu menolaknya. Nenek itu tampak senang dan sangat berterima kasih pada bapak itu.

Aku kagum kepada si nenek dan bapak itu. Nenek itu bekerja keras dan tidak putus asa. Sedangkan, bapak itu berhati dermawan. Terimakasih Tuhan, aku mempelajari banyak hal hari itu.


Penulis : Lesly Agre Aleza
Kelas : VII B/13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar