Sepotong Cerita Dari Sebungkus Kerupuk
Pagi
itu, aku dan mama pergi ke supermarket. Karena hanya sebentar, aku memutuskan
untuk menunggu di mobil sembari mendengarkan musik. Tiba-tiba, aku melihat seorang
nenek yang turun dari bus jurusan Kroya - Cilacap.
Nenek
itu berpakaian kusam dan terlihat letih, karena ia membawa barang dagangan yang
begitu banyak di punggungnya. Ia pun menaruh barang dagangannya di teras
supermarket. Ternyata, ia berjualan sayuran dan kerupuk. Ia menawarkan kepada
orang-orang yang ada di sana. Karena di sana tidak ada yang membeli barang
dagangannya, ia pun pergi ke terminal yang dekat dengan supermarket. Beberapa
menit kemudian, ia kembali ke supermarket dengan wajah letihnya. Tiba-tiba, ada
seorang bapak turun dari mobilnya. Penampilannya terlihat modis dan kekinian. Bapak
itu mendekati si nenek untuk membeli kerupuk yang dijual si nenek. Aku tidak
terlalu tahu berapa harga kerupuk, tetapi, yang aku tahu harga sebungkus kerupuk
sekitar lima ribu-an. Bapak itu membayar dengan selembar uang lima puluh ribu-an.
Saat si nenek ingin memberikan uang kembaliannya, bapak itu menolaknya. Nenek
itu tampak senang dan sangat berterima kasih pada bapak itu.
Aku
kagum kepada si nenek dan bapak itu. Nenek itu bekerja keras dan tidak putus
asa. Sedangkan, bapak itu berhati dermawan. Terimakasih Tuhan, aku mempelajari
banyak hal hari itu.
Penulis : Lesly Agre Aleza
Kelas : VII B/13
Penulis : Lesly Agre Aleza
Kelas : VII B/13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar