Senin, 18 Mei 2020

pentigraf-shafira calista 7b





                          Indah Pada Waktunya
   

        Saat ini aku berada di bangku SMP. Aku dikenal dengan murid yang cerdas, aku selalu menjadi bintang kelas dan aku selalu mendapat ranking 1 pararel. Tetapi, disisi lain aku memiliki wajah yang tidak cantik, kulit yang hitam, dan tubuh yang gemuk. Aku sering di ejek oleh teman seangkatan, adik kelas, maupun kaka kelas. Aku tidak memiliki teman satupun. Aku hanya mendapat suport dari guru dan keluargaku.



      Waktu itu, di kelas diadakan ulangan dadakan. Aku dimintai contekan oleh segerombolan geng di kelas ku. Tapi, aku menolak memberi jawaban karena aku tau bahwa contek contekan adalah sebuah pembodohan. Setelah selesai ulangan, aku berjalan menuju toilet. Aku tidak tau kalau aku sedang di ikuti oleh segerombolan geng tadi. Aku di seret ke tengah lapangan lalu aku disiram air dan di bully karena aku tidak memberi mereka contekan. Aku menjadi pusat perhatian dan di tertawai banyak orang. Tetapi aku tidak bisa melawan karena jumlah mereka lebih banyak dariku. Guru pun tidak ada karena sedang rapat. Setelah itu aku kembali ke kelas ku dengan air mata bercucuran di pipi. Saat aku berjalan menuju kelas aku melihat salah satu anak dari geng tadi hampir tertimpa pohon besar yang ada di lapangan belakang. Aku segera lari dan menolong anak itu. Bersyukur, tidak terjadi apa apa pada anak itu.


       Setelah kejadian itu, semua anak yang pernah membully ku meminta maaf padaku. Karena walaupun aku sudah di bully aku tetap menolong dan tidak menyimpan dendam. Akhirnya aku memiliki teman, dan aku di bangga banggakan oleh guru dan temanku karena aku memiliki sifat yang baik dan prestasi yang selalu membawa nama baik sekolah.
       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar