Jumat, 22 Mei 2020

PUISI & PENTIGRAF TEGAR YP_VIIA_28

 PergilahCorona
Oleh:TegarYogaPrakoso

Semua berasal dari cina
Menyebar keseluruh dunia begitu cepatnya
Sekarang engkau sudah ada di pulau jawa
Sudah bosan rasanya untuk di rumah saja

Corona... kumohon pergilah
Hati ini sudah sangat gelisah
Sekarang aku hanya bisa pasrah
Dan tak berani untuk keluar rumah

Corona...engkau memakan banyak korban
Banyak juga orang yang kehilangan jabatan
Semoga engkau pergi setelah ramadhan
Agar aku bisa berkumpul bersama rekan

BerawaldariCorona
Oleh:TegarYogaPrakoso

Engkau berasal dari wuhan
Engkau membuatbhari-hariku terasa bosan
setiap hari kau membawa kekhawatiran
Hanya meningkatkan iman yang membuatku aman

Corona...oh Corona...
Engkau telah menyerang Indonesia
Negeri yang amat kucinta
Negeri dimana aku terlahir kedunia

Berawal dari engkau
Semua menjadi kacau
Sudah tak ada lagi senda gurau
Engkau membuat hatiku galau

Gerakan Penghijauan

    Saat berangkat sekolah, Rizky bertemu keempat teman akrabnya, yaitu, Wahyu, Firman, Adit, dan Fais. Mereka sudah berteman sejak di bangku TK. "Hai, teman-teman!", sapa Rizky. "Oh, halo, Rizky", jawab mereka berempat. Mereka melanjutkan perjalanan menuju sekolah.

    Setelah mereka sampai di gerbang sekolah ,diseberang mereka melihat ada sebuah tanah lapang bekas penebangan oleh orang yang tak bertanggung jawab. Mereka langsung menghampiri tanah lapang
tersebut. "Lihatlah!Apa maksud orang dewasa menebangi pohon tanpa izin resmi dari pemerintah?" ,ucap Firman dengan kesal. "Apa mereka tidak memikirkan dampak pada masa yang akan datang?" , 
Adit mengepalkan tangannya. "Sudah-sudah, besok kan kita libur, bagaimana kalau kita menanam kembali tempat ini?"
, saran Rizky. "Boleh juga tuh, ayo kita tanam kembali tanah yang tandus ini!"
, seru Fais. "Eh, yuk balik ke sekolah, nanti kalau kita terlambat bakal dihukum loh."
, ujar Rizky. Akhirnya
mereka berlima kembali kesekolah untuk mengikuti pembelajaran.


Esok hari, matahari sudah sedikit muncul di
ufuk timur, mereka menuju ke tanah lapang tersebut untuk menanam kembali. "Sudah siap teman teman?", tanya Fais. "Sudah dong, hehehe....", balas Wahyu. Mereka langsung mengeluarkan alat-alat untuk menanam serta tumbuhan yang akan
ditanamnya. Mereka menanam bibit pohon pisang dan jambu. "Ayo teman-teman mulai menanam pohon!", seru Firman dengan penuh semangat. "Ayo!", sorak mereka berempat. Akhirnya mereka mulai menanam lahan tersebut agar hijau kembali.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar