Jumat, 22 Mei 2020

Puisi_Pentigraf_Umami RM_7A_30

PUISI

Terasingkan Oleh Virus 

Karya : Umami R. M. 


Aku... 
Sudah lama di negeri orang 
Lalu, kembali ke kampung halaman
Namun, pulangku membawa kecemasan

Karena... 
Akibat virus yang merajalela
Membuat panik semua orang 
Salah satunya keluargaku

Hingga, akupun merasa teransingkan
Semua orang menakutiku
Seakan, akulah pembawa virus
Virus, kumohon cepatlah kau pergi



PENTIGRAF

Ramadhan Dalam Kesunyian

Karya : Umami R. M. 

   Dikisahkan dalam sebuah gubug reog yang bertiangkan bambu rapuh dan hampir roboh, beratapkan anyaman bambu tertata rapih namun sudah berlubang. Mereka tinggal hanya berdua sejak 8 tahun lamanya karena sang Ibu telah tiada sejak kelahiran Dhania. 
      Kini tepat tahun ke-8 Dhania dan Pak Rama merasakan ramadhan dalam kesunyian. Setiap momen seperti ini, Dhania selalu bertanya kepada Bapaknya tentang sosok Ibu yang selalu dirindukannya. Dhania bertanya kepada Bapak, "Pak, aku sering sekali rindu Ibu." Bapak menjawab, " Untuk apa merindukan seseorang yang selalu disini? “ Bapak meletakkan tangannya di dada Dhania sambil berkata " Yang lebih dekat dari pandangan matamu sendiri" Lalu Dhania menjawab dengan heran dan bingung "Aku tidak mengerti Pak, " "Suatu hari Nak, kau akan memahami merindukan kehadiran fisik adalah kerinduan paling rendah. " Dhania bertanya kembali "mengapa Ibu pergi terlalu cepat ? " Bapak menjawab dengan lembut "Karena ruhnya terlalu murni disangga tubuh manusia yang terbatas. Kehidupan di bumi bukan tempat yang cocok untuk sosok yang lebih murni dari Malaikat, maka Tuhan menyuruhnya pulang. " Dhania terdiam dan merenungi perkataan Bapaknya. 
     Dhania yang masih terjaga dalam renungannya ditemani  suara takbir yang bersahutan. Bapak Dhania menghampiri lalu memeluknya dengan penuh kasih sayang. Dhania menangis terharu. Dihari lebaran berikutnya, Dhania tak pernah menanyakan tentang Ibu kepada Bapaknya. Dhania berusaha merelakan kepergian Ibunya.

Umami Rosana Mukhson 
7A/30

Tidak ada komentar:

Posting Komentar