Sabtu, 23 Mei 2020

Pentigraf : VANNESA.S.P_30_8J

KURANGNYA KESADARAN

Oleh : Vanessa Sekar Pambajeng (30/8J)

        Aku pergi untuk membeli beberapa jajan takjil untuk berbuka puasa, tak lupa sesuai anjuran pemerintah, aku memakai masker dan cuci tangan sebelum keluar rumah. Namun, aku terkejut karena sewaktu di perjalanan, masih banyak warga yang tidak memakai masker, bahkan tidak memakai helm saat berkendara, aku ingin sekali mengingatkan, namun aku tidak berani, jujur aku menyesal karena tidak mengingatkan, harusnya aku melawan rasa takut dan berani mengingatkan, sebab situasi saat ini bukan hanya untuk memikirkan diri sendiri.

        Rasa terkejutku bukan hanya sampai disana, sesampainya di sebuah gerobak kecil di pinggi jalan yang menyajikan jajanan takjil, aku terkejut akan betapa ramainya tempat itu. Benar mereka memakai masker, namun, bukannya menjaga jarak juga penting?. Namun, lagi-lagi aku takut untuk mengingatkan sebab rata-rata dari mereka adalah ibu-ibu, jika nanti aku dibilang sok tau, kan tidak lucu.

        Bukan hanya di kotaku yang seperti itu, baru-baru ini aku melihat di media sosial, ada beberapa orang yang masih menyepelekan pandemi ini, bahkan mereka berkata bahwa memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak itu tidak penting. Mereka yang berkata seperti itu sangatlah tidak menghargai tenaga medis. Bahkan ada beberapa oknum yang menggunakan pandemi ini untuk ajang mencari ketenaran, atau bisa di sebut pansos. Rasanya, kapan pandemi ini akan berakhir jikalau pikiran manusia masih seperti itu, aku menghela napas dan menutup ponselku. Melamun dan memikirkan betapa indahnya jikalau warga menaati aturan dan pandemi akan cepat berakhir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar