Kamis, 21 Mei 2020

Pentigraf Raihan Fatulah Rusnanda_26_7B


Tanah Gersang
Oleh: Raihan F
Jam menunjukkan pukul 04.30, matahari mulai muncul dari ufuk timur, ayam ayam mulai berkokokan. Aku bersiap untuk melaksanakan sholat subuh. Setelah itu ibu memanggilku untuk membantunya. Setelah itu aku bersiap untuk mandi dan sarapan. Ibu telah menyiapkan seragam sekolahku, segera aku pakai seragamku.

Andi dan Dion memanggilku untuk berangkat bersama ke sekolah. Aku membonceng sepeda milik Dion. Setelah itu kami pergi ke sekolah. Kami melihat pemandangan yang tidak sedap. Tanah gersang yang kami lihat sepanjang jalan. Apalagi saat musim kemarau, tanahnya banyak yang retak.  Aku berfikir jika tempat ini di tumbuhi pohon pasti akan menjadi tempat yang sejuk. Setelah pulang sekolah aku mengajak teman-temanku untuk menanami pohon di tanah gersang tadi esok hari. Andi memiliki ide jika kegiatan menanam pohon dilakukan oleh seluruh siswa di sekolah, aku pun menyetujuinya. Keesokkan harinya kami pergi ke kepala sekolah untuk meminta ijin kegiatan menanam pohon. Kepala sekolah pun menyetujuinya. Keesokan harinya semua siswa sudah berkumpul di sekolah. Tepat pukul 08.00 semua siswa berangkat menuju tempat penanaman pohon. Setelah sampai di tempat semua siswa melaksanakan kegiatan penanaman pohon. Semua siswa sangat berantusias melaksanakan kegiatan ini. Setelah kegiatan selesai siswa diizinka pulang ke rumah masing-masing. Aku, Andi, dan Dion sangat senang karena acara ini berjalan dengan lancar.

Satu bulan kemudian pohon-pohon yang kita tanam sudah bertumbuh lebat. Tempat ini menjadi tidak kering saat musim kemarau. Aku senang dapat mengubah tempat yang dulunya gersang menjadi sangat sejuk.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar