Jumat, 22 Mei 2020

Puisi_Pentigraf : TRI DARA_31_7B


BERBAGI 

OLEH: Tri Daradista》31》VIIB

      Namaku Azmi, anak dari orang kurang mampu.Aku putus sekolah sejak bapakku meninggal. Pada saat perjalanan pulang dari pasar ,tiba-tiba dijalan ,aku dipanggil seseorang dari belakang.”Nak,tunggu nak!”.panggil nenek di blakang ku”Iya,ada apa nek!”,jawabku.Melihatnya aku tak tega,sebab ia seperti orang yang tidak terurus.
       “Nenek ingin meminta tolong,nenek sudah 1 minggu tidak makan ,bolehkah nenek minta uang untuk beli makan,nak!”kata nenek itu.Sebenarnya aku ada 10 ribu,tapi uang itu sisaan belanja.Nanti jika aku kasih uang ini ibu bisa marah ,karna ibu lagi gak punya uang.”Gimana ya,aku bingung banget.” lirihku dalam hati.Tapi aku ingat pesan guruku,kita harus saling tolong menolong.Lalu aku beri 10ribu nya pada nenek dengan ikhlas.”Nek aku punya 10 ribu saja,semoga nenek bisa makan dengan uang ini.”kataku ,sambil memberi uang itu.”Terimakasih sekali nak!”kata nenek.Aku pun lanjutkan perjalananku.
       Sesampainya dirumah”Bu ,ini belanjaan nya.”kataku.”Azmi tunggu,mana kembaliannya!”pangil ibu.Lalu aku ceritakan kejadian tadi pada ibu.”Apa!,kamu ini gimana sih kita kan orang miskin,ga punya uang,buat apa sodakoh hahh!”kata ibu sambil menjewerku.Tiba-tiba ada yang mengetok pintu.Aku bukak tidak ada orang,tapi ada sebuah kardus kecil,aku buka.Yaampun,isinya uang .Ibu melihat uang itu,sambil menangis dan memelukku.Ini pasti balasan Tuhan dari uang 10 ribu tadi .Terimakasih Tuhan.Aku percaya dengan berbagi,uang tidak akan penah habis.

Cilacap,25 Mei 2020  
Penulis : Tri Daradista》31》VIIB
 
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Menulis Puisi
TELAH DATANG CORONA
OLEH :  Tri Daradista》31》VIIB
Corona...
Kau datang ke bumi ini
Sebagai wabah penyakit
Karena mu aku sangat sedih
Kau datang sebagai kehancuran 

Corona...
Sejak engkau datang,
Aku tak bisa keluar rumah
Hanya bisa mengurung diri di dalam rumah
Mengunci semua pintu dan jendela

Corona...
Untuk apa kehadiranmu
Apakah untuk menghebohkan jagad raya ini
Kau tlah menjauhkan kami
Dari kerumunan-kerumunan

Telah datang Corona...
Pengusik ketenangan kami
Siapapun engkau,
Kami tidak takut
Karena kami punya iman di dalam jiwa.










                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar