Sabtu, 30 Mei 2020

Pentigraf 2 : Sukarni_64

ODP

Oleh: Sukarni

            Vonis dokter bahwa kami sekeluarga dalam pemantauan (ODP) membuatku tercenung. Hal pertama yang harus aku beri tahu adalah keluargaku, saudara, dan atasanku. Sebagai guru, dalam masa lock down ini aku masih harus masuk kerja untuk piket. Jika aku tetap masuk, aku khawatir menjadi carrier. Aku tidak mau teman-temanku sakit karenaku.

            Malam harinya, kuberanikan diri menyampaikan pada pada Pak Gondo, Kepala Sekolahku. Aku tidak meneleponnya, tetapi WA. Aku memberi keleluasaan pada beliau untuk memikirkan langkah apa yang sebaiknya diambil untuk menyelesaikan masalahku. Satu lagi yang aku beri tahu kondisiku yaitu Humas. Pak Gondo melarangku memberi tahu siapa pun tentang kondisiku. Dua hari kemudian, di grup sekolah ada edaran dari Humas tentang piket harian yang dimulai minggu depan. Namaku tidak ada. Tapi, tunggu dulu. Tidak hanya aku, tetapi semua orang yang usianya di atas 55 tahun tidak diikutsertakan dalam tugas piket. Umurku 56 tahun.

            Aku tersenyum lega. Dalam hati aku berterima kasih pada Pak Gondo yang telah menyelamatkan aku. Aku memuji kebijakannya. Tak bisa kubayangkan jika semua orang mengetahui statusku. Mungkinkah aku ditolak pulang ke rumahku?




Tentang Penulis

Sukarni, kelahiran Klaten 1964. Pencinta warna abu-abu dan makanan manis ini punya hobi membaca novel. Ia bergabung dalam projek Kitab Pentigraf 2 berjudul Papan Iklan di Pintu Depan dan Kitab Pentigraf 3 berjudul Laron-Laron Kota. 

Hasil karyanya sendiri berupa antologi cerpen yang sudah terbit berjudul “Lentera Hati”.

Alamat surel: sukarni.angel64@gmail.com.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar