Senin, 18 Mei 2020

pentigraf_ghina jannah_07_VII B

CUM LAUDE
         Tinggal di ibu kota tak seindah yang  dibayangkan. Rintikan hujan pagi ini menetes membasahi jendela apartmentnya dan ditemani secangkir teh oolong untuk menghangatkan tubuhnya. Hari ini sangat dingin, Albert pun mengenakan sweter. Tahun ini adalah tahun terakhirku di SMA.Tidak kompeten, tidak terlalu pintar cukup mendefinisikan aku.
          Tok...tok.., Aku rasa dia bukan guru,  pakaiannya sangat rapi memakai kemeja putih yang dipadukan dengan blazer berwarna biru tua dan celana jeans. Orang itu pun berjalan memasuki kelas Albert. “haiii, perkenalkan nama saya dr. Austin saya dari Universitas Indonesia angkatan 2006, senang bertemu kalian” sapanya. Intinya beliau menyampaikan bahwa perubahan untuk menjadi lebih baik gak ada yang telat, pendidikan sangat penting bagi mereka yang ingin sukses, dr. Austin berkata “kita tidak akan bisa belajar apa pun jika kita mencoba untuk berangkat seakan-akan kitalah orang terpintar di sana”dari barbara Kingsolver-penulis asal Amerika. Mulai dari situ aku ingin menjadi dokter dan belajar.
       Salju sore ini terus berjatuhan di atap Incheon Internasional Airport. Hawanya
dingin. Padahal Albert sudah memakai jaket yang tebal. 7 tahun lamanya aku beradaptasi di negeri ginseng,  akhirnya aku menyelesaikan sekolahku di Seoul National University dan menjadi dokter muda dengan predikat cum laude. Selang 2 jam berlalu, pemberitahuan maskapai yang ditumpangi Albert berkumandang. Albert melepas earphonenya dan bergegas untuk pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar