Senyuman (agama)
Ningsih berjalan tertatih-tatih,menyusuri lorong gelap di sebuah kampung
terpencil.Mata sendunya menatap jalang pada apapun yang lalu lalang di hadapan
ketika telah tiba di depan lorong.Keinginan menggebu telah menanti untuk
terpuaskan.Dahaga yang sungguh menyiksa.
Juwita,kembang desa yang masih belia itu
terlihat dari jauh hendak melintasinya.Senyum mereka,mekar di kedua sudut bibir.Pertanda penantiannya akan segera berakhir.”Hai
Juwita,lihat aku!”serunya sebelum gadis cantik itu berlalu terlalu jauh.
Mendengar namanya disebut,ia segera menoleh.Senyuman ningsih berdaya
magis.Juwita tak berdaya dan terbengong saat ningsih bersenyum.Juwita menarik
tangannya ningsih masuk ke dalam lorong gelap itu.Tak berapa lama kemudian,dari
mulut lorong itu keluarlah seorang gadis cantik berparas sendu sambil tersenyum
kearah depannya.Ningsih tersenyum bahagia saat gadis cantik itu keluar dari
dalam goa yang sangat gelap.
Nama:Fandy
luqmana firmansyah
Kelas:7B/06
Tidak ada komentar:
Posting Komentar