Senin, 18 Mei 2020

Pentigraf azzahra(wanita tegar)

                     Wanita tegar

Sore itu aku duduk dibangku taman.Membaca buku favoritku,selagi menunggu suara adzan yang kutunggu tunggu sehari ini. Terdengar dering telefon yang bertuliskan kata "ibu" disana,akupun mengangkatnya.

     Ibu telah menjadi kartini masa kini dengan perannya sebagai pahlawan garda terdepan.Sejak pandemi ini kita belum bertemu,namun aku selalu mendoakan yang terbaik untuknya.Dengan selalu dilengkapi APD yang tentunya sangat panas dan bekerja ditengah virus mematikan ini tidak membuat ibu mengeluh sekalipun.Justru ia selalu menasihatiku untuk menjaga diri.Setelah beberapa menit berkomunikasi dengan ibu,aku masuk kerumah dan segera berbuka puasa.Hari terasa cepat berlalu tak terasa sudah waktu sahur akupun segera menyiapkan makanan untukku dan nenek,karena ayah telah pergi 5 tahun lalu.Tak sengaja aku melihat notifikasi ponselku,aku tercengang saat melihat isi notifikasi.Ibu dinyatakan positif corona dan itu bukan berita yang baik .Aku berusaha untuk berfikir positif dan tidak berani memberitahu nenek karena kondisinya yang semakin memburuk.

  Sudah seminggu semenjak kabar ibu yang positif corona,belum ada kabar lanjutan.Hingga pada pagi itu,ada panggilan dari nomor yang tidak dikenal,namun tetap kuangkat."ibu telah meninggal dunia,dan akan dimakamkan nanti siang dipemakaman khusus"kata orang dalam panggilan itu.Jantungku mencelos seketika air mataku berjatuhan.Tak pernah kusangka kepulangan Ibu akan secepat ini.Namun yang jelas aku bangga padamu bu,selamat jalan pahlawan garda terdepan.

Penulis:Azzahra putri ekawanda/06/8J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar