Selasa, 19 Mei 2020

Pentigraf_VIANNEY_8J_31

SINGGAH DI POSISIMU
Oleh : Vianney C.W


Hari demi hari kulalui. Derasnya sungai kuarungi. Curamnya lembah kulewati. Semua itu takkan terasa berat, bila melewatinya bersama seorang sahabat. Sahabatku, Ajila namanya, yang mempunyai hati selembut sutera, walaupun ia sering dihina karena ia anak yatim piatu. Hari-hariku tidak lagi hitam putih, tetapi menjadi lebih berwarna karenanya. Dering telepon menghentikanku menulis diary.  "Cepat ke sini sekarang, Ajila kecelakaan saat perjalanan menuju rumahmu. Kondisinya kritis sekarang," suara Bu Rahma, pemilik panti asuhan yang Ajila tempati.

Koma. Satu kata yang paling kubenci. Kubuka pintu kamar ICU yang Ajila tempati. Tubuhku membeku, lidahku pun kelu, tak bisa berkata apa-apa. Air mataku luruh seketika. Terpampang jelas di sana tubuh lemah Ajila terbaring koma dengan berbagai alat medis yang tertempel di sekujur tubuhnya. Mengapa tidak aku saja yang terbaring di sana agar Ajila tak merasakan semua ini. Rasanya baru saja kemarin lusa aku bermain bersamanya. Ya Tuhan, semua ini terjadi begitu cepat.

Kini, hari-hariku menjadi hitam putih kembali. Tak ada sahabat yang menemaniku untuk mewarnai hari-hari yang kujalani. Terkadang aku ingin singgah sebentar di posisi Ajila. Hidup tanpa kedua orangtua, hidup dengan segala makian yang orang-orang berikan kepadanya. Pasti sangat menyakitkan dan menyedihkan. Jika aku diberi satu permintaan, permintaanku adalah sadarkanlah sahabatku, Ajila, dari komanya agar aku kembali bisa melihat senyumannya yang melebihi indahnya pelangi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar