The Forest Station
Cuaca hari ini cukup panas untuk sebuah taman hutan terbengkalai. Ku lihat pohon-pohon mulai jarang. Beberapa orang menebang batang pohon untuk keperluan mereka. Aku dan teman-teman ku setiap hari datang ke sini untuk menikmati waktu bersama dan selalu melihat situasi yang sama.
Suatu hari, ku dengar taman itu kebakaran karena kecerobohan penebang pohon yang menyalakan api di sekitar sana dan menyebabkan taman hutan tersebut terbakar hebat. Aku sangat sedih ketika melihat taman itu sudah hangus terbakar tanpa sisa. Tubuhku berguncang, menangis sedu melihat taman penuh kenangan itu hancur. Teman-teman mengajakku untuk bersama-sama memulihkan taman dengan reboisasi untuk di jadikan taman baru sebagai objek wisata. Aku menyetujuinya, banyak warga ikut bergabung membantu memulihkan keadaan dengan semangat gerakan "Go Green, Sejuta Pohon" sebagai moto kita.
Tak sia-sia, setelah cukup lama bekerja keras melakukan penghijauan, taman itu kembali pulih, udara menjadi sejuk, banyak tanaman dan karya lokal warga di jadikan tempat foto. Taman itu dinamakan "The Forest Station" yang memiliki makna tempat pemberhentian, untuk menanam pohon. Hal itu cukup menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung dan berfoto ria. Wisatawan yang berkunjung diajarkan untuk merawat dan menanam pohon bersama. Disitu aku berpikir, betapa pentingnya pohon bagi kehidupan di bumi. Tanpa ada pohon, bumi ini akan begitu panas, gersang, dan kekurangan oksigen.
Tentang Penulis
Nama: Shefira Nur Kirani Ichsan Putri
Kelas: 7A
No Absen: 24
Tidak ada komentar:
Posting Komentar