Selasa, 19 Mei 2020

Pentigraf_Rayfan Tsaqif G. L._22_7A

Kebohongan di Masa Sulit
Oleh: Rayfan Tsaqif 7A

     Di sebuah desa, hiduplah seorang perempuan bersama dengan kedua anaknya. Perempuan itu bernama Nissa. Ia sehari-hari bekerja sebagai perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit yang berada jauh dengan tempat tinggalnya. Setiap hari Nissa harus rela menempuh perjalanan yang jauh untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
     Dengan adanya pandemi corona menjadikan profesi Nissa sebagai garda terdepan di masa ini. Suatu hari, ia menangani pasien dengan keluhan batuk dan demam biasa. Sebenarnya pasien baru saja menempuh perjalanan dari Jakarta. Tapi, karena takut divonis covid-19 oleh pihak rumah sakit, pasien berkata bohong. Rumah sakit menerapkan aturan, pasien yang baru datang harus menjalani rapid test. Hasil rapid test pasien tersebut positif covid-19. Semua perawat yang kontak langsung dengan pasien merasa khawatir, termasuk Nissa. Akhirnya seluruh perawat tersebut menjalani rapid test. Betapa kagetnya Nissa karena hasil rapid test-nya positif. Nissa dan beberapa perawat yang terinfeksi akhirnya dirawat di ruang isolasi. Hanya dengan kebohongan satu orang ternyata bisa merugikan banyak pihak.
     Keluarga di rumah sangat merindukan Nissa. Akhirnya setelah 14 hari Nissa dirawat secara intensif, ia dinyatakan sembuh dari covid-19. Seluruh keluarga senang dan menunggu kepulangan Nissa. Setelah ia mengalami penyakit yang berbahaya itu, ia jadi sadar akan pentingnya rasa waspada terhadap seseorang di masa pendemi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar