Senin, 18 Mei 2020

Pentigraf_jufthoriq_8i

Nama: Juf Najwan Thoriq.R
No/kls: 20/8i

Pentigraf
RINDU YANG TERHALANG CORONA
Disore hari dengan raut wajah yang berseri seri bapak berumur 82 tahun itu berusaha bangun dari tempat tidurnya, dengan susah payah tangan kirinya meraih kusen jendela kamar yang berada disisi tempat tidurnya agar tubuhnya bisa merapat dengan jendela, bila dia duduk disitu matanya akan melihat semua yang lewat dijalan raya yang berada didepan rumahnya. sudah dua tahun tubuhnya tidak pernah meninggalkan tempat tidurnya karena stroke tengah menyerangnya, sehingga melumpuhkan tubuhnya dibagian kanan.
Setiap mobil yang lewat dijalan depan rumahnya membuat hati Bapak Tua deg degan, diwajahnya terlihat senyum bahagia "mungkin mereka sudah tiba" bisiknya pelan. Rasa rindunya terhadap putrinya membuat Bapak Tua mengira setiap suara mobil yang melewati rumahnya adalah mobil putrinya. Sesekali dia menengok jarum jam yang digantung didinding kamarnya, jarum jam sudah menunjukan jam 18.15 namun putrinya belum juga tiba.
Sudah beberapa bulan Bapak Tua tidak bertemu dengan putrinya yang mencari kehidupan diperantauan, putrinya sudah mengabari akan kepulangannya dua hari sebelum bapak tua duduk disisi jendela kamarnya. Bencana corona telah merubah semuanya. Menteri perhubungan telah menutup semua akses perhubungan baik darat, laut dan udara. Rindu dua insan yang terpendam(rindu anak terhadap bapaknya dan bapak terhadap anaknya) terhalang oleh corona. Manusia hanya bisa berencana namun semuanya Allah yang mengatur. Kini bapak tua telah pergi, pergi meninggalkan kita semua. Meniggalkan kesedihan yang mendalam dalam hati putrinya. "Selamat jalan Bapak..smg Allah menempatkan Bapak di tempat yang mulia disisi-Nya aamiin" doa putrinya dari jauh sambil menyeka air matanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar