Selasa, 19 Mei 2020

Pentigraf_Hanum_VII A_12

Kesuksesan yang tak Terbayangkan

Aisyah,seorang gadis cantik yang berasal dari keluarga kurang mampu. Meskipun begitu,ia merupakan juara kelas di sekolahnya. Sehingga wajar,ia sangat disegani oleh guru maupun temannya. Ayahnya dan Ibunya bekerja sebagai petani. Sejak kecil,Aisyah bercita-cita menjadi dokter supaya dapat mengobati orang sakit yang kurang mampu untuk berobat ke rumah sakit terdekat. 

Setiap hari,setelah pulang sekolah ia membantu orang tuanya menjemur padi. Suatu hari,ketika Ayahnya pulang dari sawah,ia mengalami kecelakaan. Akibatnya,beliau tidak bisa bekerja lagi. Sebab itu,Ibunya bekerja lebih keras lagi supaya dapat menghidupi keluarganya. Pernah terpikir oleh Aisyah bahwa dirinya putus sekolah saja agar tidak merepotkan orang tuanya. Akan tetapi,Ibunya meminta Aisyah untuk tetap melanjutkan sekolahnya agar masa depannya tidak seperti orang tuanya. Karena Ibunya yakin,bahwa Allah akan membantunya dalam keadaan susah sekali pun. Setiap hari,Aisyah selalu giat belajar.Sehingga selalu mendapat juara kelas. Karena ketekunan dan kepintarannya,ia mendapatkan beasiswa kedokteran di salah satu universitas di Jakarta. Dia sangat bersyukur kepada Allah SWT karena telah mendapat beasiswa tersebut. Setelah Aisyah lulus dari kuliah,ia bekerja di salah satu rumah sakit di Jakarta yang bernama Rumah Sakit Islam Jakarta. Tak pernah terbayangkan sebelumnya,bahwa Aisyah yang merupakan anak dari seorang petani bisa menjadi seorang dokter. Namun,ia tidak tega untuk meninggalkan orang tuanya sendirian di kampung. 

Akhirnya,Aisyah memboyong orang tuanya untuk bersama dirinya dan mereka pun hidup bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar