Kenikmatan Sesaat
Namaku Ravi. Sejak kecil, aku suka dengan travelling.
Aku dan sekeluarga sudah merencanakan untuk liburan ke suatu danau pada hari
ulang tahunku nanti.
Hari yang ditunggu pun tiba, kami sekeluarga berangkat
ke tujuan yang sudah kami nantikan. Sesampainya di bandara, ayahku terkena
serangan jantung. Tanpa diduga, ia meninggal seketika. Aku yang sangat sedih
pun sudah tak ada semangat untuk pergi ke danau yang ayah bilang sangat indah
itu. Hampir seharian aku mengurung diri di kamar hotel, aku masih tak menyangka
dengan kejadian itu. Esoknya, ibu dan kakak ku membujuk ku agar tidak terlalu
larut dalam kesedihan. Ia mengajak ku untuk ke danau tersebut. Aku yang sudah
tak punya semangat ini pun hanya mengiyakan nya dengan terpaksa. Di sana, aku
duduk di tepi danau, aku memilih untuk memisahkan diri dari yang lain. Air
danau yang biru, semburat kemerahan di kala senja, hembusan angin yang menenangkan, suara daun yang berjatuhan, aku terlena
dengan kenikmatan sesaat. Tiba – tiba saja, aku merasa tubuhku melayang di
angkasa, melewati awan – awan, dan menembus cakrawala. Semua keluh kesah ku
hilang seketika.
Keesokan harinya, aku tersadar. Aku tak ingat apa yang
terjadi. Hanya saja, aku sudah berada di lain dunia, di situ aku melihat kerumunan
warga dan Tim SAR mengililingi danau itu seakan mencari sesuatu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar