Ayo Peduli!
Pada suatu pagi, telepon genggam Samuel berdering. " Halo Sam, nanti sore kumpul ya. " gumam Anto dalam telepon genggamnya. " Loh, kamu belum tahu himbauan pemerintah untuk tetap dirumah? " sambung Samuel. " Udah lah, gampang, cuma kita berdua aja kok. " ujar Anto membantah. Samuel hanya bisa menghela nafas dan memikirkan resiko yang akan terjadi jika dia bertemu Anto. " Tetapi di saat pandemi ini, kita tidak boleh keluar rumah untuk hal yang tidak penting, To. " ucap Samuel kedua kalinya. " Kenapa kamu begitu memikirkan virus ini, Sam? " tanya Anto. Samuel terdiam tidak menjawab Anto. Mereka berdua akhirnya terdiam dan Anto mematikan teleponnya. Sembari menonton serial televisi, Ibu Samuel meminta anaknya untuk membantu menjahit masker yang sudah dikerjakan sebagian oleh ibunya. " Bu, untuk apa ini semua? " tanya Samuel kepada ibunya. " Kita akan menyumbangkan ini kepada orang yang membutuhkan, nak. " jawab Ibu Samuel.
"Belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini" kata seorang narasumber di suatu serial televisi. Samuel tercengang mendengar perkataan narasumber tadi. " Kita cukup mengikuti himbauan pemerintah untuk mencegah penularan virus ini. Cuci tangan, pakai masker, sosial distance, tidak berkumpul, tidak bepergian, dan menjaga imunitas bisa memutus rantai penyebaran COVID-19. " sambung Ibu menenangkan Samuel. Akhirnya Ibu dan Samuel bisa menyelesaikan membuat masker dan mereka bisa menyumbangkan masker untuk membantu sesama dengan harapan bisa ikut memutus rantai penyebaran virus corona sehingga pandemi ini bisa berakhir.
Nama: Gracia Jesika Manuela
Kelas: VII A
No: 10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar