Sabtu, 16 Mei 2020

Pentigraf Mutiara Balqis Sabila_17_7B

                          Di Rumah Aja 

     Monster corona masih mengintai dunia dengan korban-korban baru.Makhluk tak kasat mata itu,masih menimbulkan korban meninggal dunia,yang dicemaskan warga bumi dalam setiap harinya. Dengan banyaknya penambahan pasien corona berarti masyarakat masih kurang disiplin dalam mematuhi aturan pemerintah.Sekarang masyarakat mulai membiasakan hidup bersih karena adanya virus ganas ini. 

     Dul dan keluarganya tak menghitung hari lagi sudah berapa lama meringkuk di rumah.Kebebasan menikmati kehidupan luar, dia penjarakan dahulu agar terhindar dari ancaman virus ganas tersebut. Dul masih di rumah saja sampai waktu yang ditentukan.Setiap pagi setelah bersih-bersih rumah, Dul bersama ayah dan ibunya berjemur menyerap sinar matahari untuk memicu imunitas tubuh dan mencegah munculnya virus corona mewabah. Biasanya selepas pukul 07.00 rumah sudah sepi. Dul berangkat ke sekolah sedangkan orang tuanya bekerja ke kantor. Kini mereka belajar dan bekerja secara online serta menghabiskan waktunya di rumah. 

     Sekarang Dul hanya selalu membayangkan bertapa ganasnya virus corona hingga memakan korban jiwa tidak peduli status tua, muda, kaya,dan miskin. Dul hanya bisa melepas nafas. Sekarang disadarinya bahwa tetap di rumah dan jangan pergi itu sangat penting dan meringankan petugas medis dalam memutus mata rantai persebaran virus corona. Berdiam di rumah juga dapat mempererat kasih sayang antar anggota keluarga.

Nama  : Mutiara Balqis Sabila
Kelas   : VII B
Absen  : 17

Tidak ada komentar:

Posting Komentar