Kamis, 14 Mei 2020

Pentigraf Corona_Windy Jihan_7E_30

Bahaya Corona
Oleh: Windy Jihan Sahita


     Tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, yang di rumah tidak boleh keluar, yang di luar tidak boleh berdekatan. Semua aktivitas harus di lakukan di dalam rumah. Sebagai pelajar, aku merasa sangat sedih. Karena hanya belajar di dalam rumah dan menggunakan handphone. Karena handphone sangat berbahaya bagi kesehatan mataku dan membuat aku iritasi karena radiasinya. Tetapi mau bagaimana lagi, cara satu-satunya adalah handphone. Virus yang satu ini sangat berbahaya jika kita tidak menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri. Jika aku keluar rumah harus memakai masker, dan baju yang menutupi anggota badan dari atas hingga bawah.


Aku kira, aku sudah sangat berhati-hati dalam menjaga kebersihan badan. Akan tetapi aku mengalami gejala yang amat sangat mirip dengan gejala virus Corona. Kerongkonganku sangat kering dan kepalaku amat pusing dan suhu tubuhku sangat tinggi. Aku kira ini hanya masuk angin biasa. Setelah 3 hari terbaring di kasur. Aku pun segera berobat ke dokter, dan ternyata setelah di periksa oleh dokter, ternyata aku dinyatakan ODP. Aku sangat syok setelah mendengar kata ODP. aku langsung dilarikan ke RS terdekat dan dimasukkan ke dalam ruang isolasi. Aku khawatir orang tuaku akan cemas, tapi kata dokter, orang tuaku telah di beri kabar bahwa aku masuk ke dalam ruang isolasi dan dinyatakan ODP. Aku bingung harus berbuat apa di sini, aku hanya terbaring lemah di atas ranjang, malam pun tiba, aku mendengar suara mamaku di luar ruang isolasi. Dia ingin aku cepat disembuhkan, aku pun ikut menangis di atas ranjang. Di sini aku hanya kesakitan tanpa dihibur orang yang kusayangi.


Setelah 2 minggu aku menjalani perawatan, badan ku mulai membaik. Sudah tidak lagi aku merasa lemas dan pusing. Aku kira, aku sudah sembuh Tapi ternyata aku masih harus menjalani beberapa tes. Saat sore kemudian aku pun di periksa oleh perawat yang memakai APD lengkap dan dia mengambil sampel darahku untuk di periksa. Aku sangat bersyukur karena tubuhku tidak lemas seperti kemarin. Setelah darahku di ambil untuk di periksa, saatnya fisikku harus siap untuk diperiksa. Tidak lama untuk pemeriksaan fisik, lalu aku di beri tempat tidur lain, seperti tempat tidur untuk pasien biasa. Aku bingung, apakah aku sudah sembuh? Atau kah aku masih sedang di periksa. Beberapa menit kemudian dokter dengan alat APD lengkap menemuiku. Dia berkata bahwa aku sudah boleh pulang 1 minggu lagi. Aku pun sangat gembira atas berita ini dan menyuruh dokter tersebut untuk mengabari orang tuaku atas kabar baik ini. Aku tak ingat bahwa tepat di hari aku keluar dari RS adalah hari ulang tahunku. Setelah aku keluar dari kamar, keluargaku dan beberapa dokter membuat pesta kejutan kecil untukku dan mereka memberiku ucapan selamat.



Tentang penulis.

Windy, siswa SMP NEGERI 1 CILACAP yang sekarang masih duduk di kelas 7, diajar oleh Bu Sukarni S.PD. lahir 07-02-2007 yang hanya suka warna netral dengan hobi menulis dan membaca. Yang ingin berkenalan lebih lanjut bisa ke email windyjihansahita07@gmail.com. Terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar