Karena corona
Sore itu.
Saat kehadiran senja sebagai pertanda
bahwa semua sedang tidak baik baik saja.
Saat angin mengatakan kota terlalu sepi karena sebuah wabah.
Dan saat tangis kehilangan lebih mendominasi dibanding tangis bahagia.
Atau bahkan saat semua hal telah berbeda dan terbalik 180°.
Terlalu banyak asa yang hilang menjadi ragu.
Dan harap yang terlalu tinggi untuk digapai.
Aku termenung memikirkan betapa kacaunya dunia saat ini.
Betapa hebatnya sebuah wabah bisa mengguncangkan satu dunia dan seisinya.
Sebuah wabah yang mungkin dikirimkan oleh-Nya sebagai peringatan pada manusia agar lebih baik.
Namun keadaan ini sungguh mengerikan, dengan derita yang tak bisa teratasi.
Raga dan nyawa kini sudah jadi taruhannya.
Sedangkan ego beberapa orang masih saja menguasai diri.
Hingga pengorbanan sang malaikat sia-sia begitu saja.
Semuanya ingin wabah itu pergi segera dari dunia ini.
Namun bagaimana bisa saat badai sedang menerjang orang-orang
justru membuatnya semakin parah.
Saat ini doa dan rasa mengerti adalah obat terampuh untuk meredam keadaan.
Keadaan akan segera pulih dan segalanya akan baik-baik saja.
Sama seperti awan mendung yang akan menjadi cerah dengan pelanginya.
Segalanya juga akan kembali baik dan kita akan lebih baik.
Nama:Azzahra putri ekawanda No:06 Kelas:8J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar