Pagi itu para penebang pohon mulai menyalakan mesin pemotong kayu sambil merokok. Aku hanya memperhatikan para penebang pohon itu dari kejauhan sambil mengumpulkan kayu bakar.
Setelah kayu terkumpul banyak, aku duduk di bawah pohon rambutan sambil melepas penat, aku kembali melihat ke arah para penebang pohon itu. Tidak ku sangka mereka telah menebang banyak sekali pohon dan mereka membakar daun dari pohon pohon itu. Suasana hutan yang tadinya asri dan sejuk, seketika berubah menjadi panas dan banyak debu. Aku mulai merasa tidak nyaman dan langsung bergegas pulang. Di perjalanan aku bertemu dengan pak RT yang melihat kabut asap tebal di area hutan. Aku pun memberi tahu pak RT bahwa ada penebangan hutan di sana dan mereka membakar daun daun dari pohon itu. Muka pak RT tampak kesal dan langsung lari menemui para warga. Selang beberapa lama pak RT dan para warga berlari menuju ke arah hutan. Aku hanya melihat mereka dan bergegas pulang. Sesampai nya dirumah aku duduk di kursi depan rumah sambil memakan singkong bakar. Dari arah selatan rumah ku, terlihat warga yang bersorak sambil membawa penebang pohon yang aku lihat tadi ke arah balai desa.
Pagi hari setelah kejadian itu pak RT datang kerumah ku, ia mengucapkan terimakasih dan mejelaskan apa yang terjadi di hari kemarin, Ternyata penebang pohon itu adalah para penebang liar. Setelah menjelaskan apa yang terjadi kemarin pak RT mengajak ku untuk menanami kembali hutan yang telah gundul di area hutan desa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar