Tanah Gersang
Oleh: Raihan F
Jam
menunjukkan pukul 04.30, matahari mulai muncul dari ufuk timur, ayam ayam mulai
berkokokan. Aku bersiap untuk melaksanakan sholat subuh. Setelah itu ibu
memanggilku untuk membantunya. Setelah itu aku bersiap untuk mandi dan sarapan.
Ibu telah menyiapkan seragam sekolahku, segera aku pakai seragamku.
Andi
dan Dion memanggilku untuk berangkat bersama ke sekolah. Aku membonceng sepeda
milik Dion. Setelah itu kami pergi ke sekolah. Kami melihat pemandangan yang
tidak sedap. Tanah gersang yang kami lihat sepanjang jalan. Apalagi saat musim
kemarau, tanahnya banyak yang retak. Aku
berfikir jika tempat ini di tumbuhi pohon pasti akan menjadi tempat yang sejuk.
Setelah pulang sekolah aku mengajak teman-temanku untuk menanami pohon di tanah
gersang tadi esok hari. Andi memiliki ide jika kegiatan menanam pohon dilakukan
oleh seluruh siswa di sekolah, aku pun menyetujuinya. Keesokkan harinya kami
pergi ke kepala sekolah untuk meminta ijin kegiatan menanam pohon. Kepala
sekolah pun menyetujuinya. Keesokan harinya semua siswa sudah berkumpul di
sekolah. Tepat pukul 08.00 semua siswa berangkat menuju tempat penanaman pohon.
Setelah sampai di tempat semua siswa melaksanakan kegiatan penanaman pohon.
Semua siswa sangat berantusias melaksanakan kegiatan ini. Setelah kegiatan
selesai siswa diizinka pulang ke rumah masing-masing. Aku, Andi, dan Dion
sangat senang karena acara ini berjalan dengan lancar.
Satu
bulan kemudian pohon-pohon yang kita tanam sudah bertumbuh lebat. Tempat ini
menjadi tidak kering saat musim kemarau. Aku senang dapat mengubah tempat yang
dulunya gersang menjadi sangat sejuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar