Jangan Pulang Kampug
Masa sulit dalam hidupku sungguh sangat terasa pada
saat ini. Akibat pandemi corona ini, aku harus kehilangan pekerjaan karena
pabrik dimana aku bekerja harus merumahkan seluruh karyawan . Hidup dikota
besar seperti Jakarta tanpa adanya penghasilan dan tidak bekerja sangatlah
menyiksa hidupku. Hanya sedikit tabunganku yang membuatku bertahan hidup sampai
saat ini
Terbesit hasratku untuk meninggalkan
Jakarta, dan kembali kekampung halaman tempat orang tuaku tinggal. Pada saat
ini hanya teman – teman kosku dikontrakan yang selalu menemaniku. Mereka
senasib denganu, tiada pekerjaan dan penghasilan. ”To, kamu ingin pulang
kampung tidak ? tanyaku kepada Anto teman kostku. “ Nasibmu gimana, kita harus
meninggalkan Jakarta ? “ sahut Anto. “ Ia To, keadaan sudah tidak memungkinkan,
kita hanya mengandalkan tabungan untuk hidup pada saat ini .“ Anto diam tanpa
menjawab.
Mendengar percakapanku dengan Anto,
Yoyo teman kostku yang lain menyahut “ Lhoo, bukannya di mas PSBB ini kita
tidak boleh pulang kampung ? “. “ Emangnya kenapa Yo ?” tanyaku. “ Begini teman
– teman kita bersabar dulu, mudah – mudahan pandemi ini cepat berlalu dan kita
dapat bekerja lagi. Soalnya kalau kita pulang kampung berarti kita dapat
memperluas penyebaran virus, yang mungkin dapat mengenai orang tua dan saudara
– saudara kita di kampung. Sudahlah, kita menuruti himbauan dari pemerintah
saja untuk tidak pulang kampung. “ Ooo begitu ya “ sahutku. “ Iya Ndi bila kita
sayang keluarga sebaiknya kita tidak berbuat membahayakan mereka, jadi tundalah
pulang kampung. “ Mendengar perkataan Yoyo aku jadi sadar akan pentingnya
keselamatan keluargaku, dan aku putuskan untuk tidak pulang kampung.
Nama : Nicholas Kristian Kurniawan
Kelas : 8J
No Absen : 21
Tidak ada komentar:
Posting Komentar