Quaratine
Oleh :
Cinta Rima T_07_8J
Minggu pagi memang sangat cocok untuk menikmati susu hangat dan biskuit, apalagi sambil menonton televisi. Jemariku bergerak menekan tombol on pada remote. "Yah, lagi-lagi berita yang muncul? Aku kan nggak suka nonton berita." Tetapi tunggu dulu, mereka memberitakan virus yang dibicarakan teman-teman di sekolah kemaren. Aku pun melanjutkan menonton berita tersebut. Jujur, aku belum terlalu paham tentang penyakit ini.
Jantungku berdetak lebih cepat. Pikiranku melayang kemana-mana. Penyakit menular yang setiap waktu dapat meningkat drastis sudah sampai di Indonesia. Oh tidak! Susu dan biskuit tidak lagi kuhiraukan. Cepat-cepat aku membuka handphoneku. Betapa terkejutnya aku membaca surat dari kepala sekolah bahwa selama 14 hari kami belajar di rumah karena Covid-19. Berhari-hari, sudah aku lalui, semakin lama. Berawal dari 14 hari, 30 hari, sampai 62 hari dan masih terus berlanjut.
Masa karantina, kini semua dilakukan secara online dari belajar, bekerja, belanja, dan lain sebagainya. Setetes air tumpah dari mataku, ingin rasanya aku kembali bersekolah. Aku rindu tentang masa-masa itu. Bintang-bintang mengerlip aku melihat hanya ada satu di langit, dalam hati aku berdoa semoga cobaan dari-Mu ini cepat berlalu dan aku dapat bersekolah lagi bertemu dengan teman-teman yang aku rindukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar