Kamis, 21 Mei 2020

Elyne_VIIA_06

                          Pergilah Corona

Hey.........
Aku tau negeri ini amatlah ramah
Aku paham betapa nyaman dan asrinya negeriku
Aku mengerti betapa kayanya negeri ini

Namun....
Janganlah engkau menetap
Janganlah engkau menyebar
Cepatlah pergi dari negeriku ini

Karena.......
Aku ingin sekolah
Aku ingin bertemu kawan-kawan
Aku ingin menikmati indahnya negeriku tanpa adanya bayang-bayang mu

Aku harap kau mengerti
Aku harap kau paham atas semua yang telah terjadi
Aku yakin Tuhan mendengar semua doa-doaku
Aku percaya ada hikmah dibalik hadirnya engkau di bumi ini


                          Sahabat Sejati
 
       Dahulu kala, disebuah desa hiduplah dua anak yang bersahabat. Manik dan  Kemuning begitulah orang memanggil mereka. Manik berasal dari keluarga kurang mampu, sedangkan Kemuning dari keluarga yang amat berkecukupan.
       Suatu hari mereka sedang berjalan-jalan di pasar. Manik melihat sebuah sepatu yang amat indah, "wah, indah sekali sepatu itu". Ia ingin membeli sepatu tersebut, tetapi uang yang ia kantongi tidak cukup, "yah, uangku tidak cukup". Kemuning tau Manik ingin membeli sepatu tersebut. Ia memaksa Manik untuk membeli sepatu tersebut dengan uang Kemuning, "ambil sepatu itu, nanti aku yang membayarnya". Manik tidak mau dan akhirnya marah. Manik beranggapan bahwa Kemuning selalu menggunakan uang untuk menyenangkan sahabatnya, "aku tau kamu banyak uang, tetapi tidak seperti ini cara membahagiakan teman".
       Setelah kejadian tersebut, mereka tidak lagi bersama-sama. Suatu ketika Kemuning sadar atas kesalahannya. Ia menemui Manik dan meminta maaf, "maaf ya, aku terlalu egois". Manik memaafkan, ia juga tak ingin berlama-lama marah, "iya aku maafkan". Ketika sedang berbincang ria, mereka mendengar obrolan orang tua Manik. Orang tua Manik berkata bahwa Manik bukan anak mereka, "Pak, anak kita mempunyai tanda lahir di telinganya, Manik bukan anak kita", ucap ibu Manik. Ternyata Manik dan Kemuning adalah bayi tertukar. Kini keadaan sudah berbalik. Tetapi mereka tetap bersahabat karena persahabatan bagi mereka tidak memandang harta.

                           


Tidak ada komentar:

Posting Komentar