Jumat, 15 Mei 2020

Puisi_Gradien Ridholumintu_7B_08





Mengapa Kau Datang, Corona?

Corona oh corona
Bermula dari Wuhan
Engkau datang tak diundang
Pergi pun sangat sungkan

                        Banyak negara kau singgahi
                        Termasuk negeri tercinta ini
                        Sudah lama kau kemari
                        Memporak porandakan negeri ini

Banyak nyawa sudah berguguran
Banyak orang kehilangan pekerjaan
Banyak juga yang mengharapkan
Pandemi ini segera diakhirkan



Ulah Si Corona

Terdengar suara batuk kering
Terlihat susah saat bernapas
Hawa panas menyelimuti tubuh
Wajah pucat melengkapi suasana

                        Berawal dari satu orang
                        Hingga akhirnya ke beberapa orang
                        Banyak korban berjatuhan
                        Hanya dengan berhadapan

Tuk mengurangi keresahan
Ikuti lah anjuran pemerintah
Dengan tetap dirumah saja
Menjaga jarak antar warga



Kami Memohon

Wahai yang kuasa
Akhirkan lah pandemi ini
Karena hanya engkaluah
Kunci berakhirnya wabah ini

                        Sembuhkan lah orang – orang
                        Lindungi lah tenaga medis
                        Berkati lah mereka yang berjuang
                        Untuk mengatasi wabah ini

Sudah terlalu banyak nyawa melayang
Sudah terlalu banyak orang pengangguran
Sudah terlalu banyak yang ditimbulkan
Kami berharap segera dicukupkan




Pentigraf_Nadia Chintya_8i_25

Nama : Nadia Chintya Erta P.
Kelas  : 8i
Absen : 25

Tema : Persahabatan

Ujian Kenaikan Kelas

  Namaku Friska, seorang siswi SMP. Aku punya seorang teman bernama Nisa, kami sudah bersahabat sejak kecil. Tetapi sayangnya, sudah 3 hari ini kami bertengkar hanya karena salah paham. Nisa marah kepadaku, ia mengira aku menghindarinya, padahal karena aku ingin fokus belajar untuk Ujian Kenaikan Kelas.

  Hari ini, sekolahku mengadakan Ujian Kenaikan Kelas. Ujian ini merupakan penentu apakah naik kelas atau tidak. Saat pagi harinya, aku mempersiapkan semua peralatan yang diperlukan. Sesampainya di sekolah, tidak lama kemudian lonceng pun berbunyi. Sebelum ujian dimulai, aku melihat Nisa begitu sibuk dan tampak sedikit panik sambil membuka dan mengeluarkan seluruh isi tasnya. Akupun bertanya, tetapi bukannya menjawab dia malah marah kepadaku. Setelah itu Nisa meminta izin kepada pengawas untuk pulang mengambil pensilnya. Tetapi sayangnya pengawas ujian tidak mengizinkan Nisa untuk pulang mengambil pensilnya.

  Mendengar jawaban pengawas, Nisa terlihat semakin panik dan mukanya tampak bersedih. Aku pun segera mencari jalan keluar. Aku meminjam pisau cutter Nisa. Kemudian aku langsung memotong pensil 2B milikku lalu aku bagi hasil potongan itu kepadanya. Aku melihat Nisa sangat senang mendapat pensil pemberianku tersebut. Dengan senang hati, Nisa pun mengucapkan terima kasih.  “Oke Nis, gapapa, santai aja..” tuntasku. Akhirnya Aku dan Nisa serta semua teman-teman memulai ujian dengan tenang hingga selesai dan syukurlah setelah Ujian Kenaikan Kelas itu selesai, Nisa tidak marah lagi denganku.

Puisi_Nadia Chintya_8i_25

Nama : Nadia Chintya Erta P.
Kelas  : 8i
Absen : 25

Virus Corona

Sesuatu mencekam melanda seluruh dunia
Dia datang dan menyerang manusia
Membuat orang orang waspada
Dan makin rajin jaga kesehatan
Juga jaga kebersihan

Makhluk kecil itu membuat kita terkarantina
Belajar, ibadah, semua di rumahkan
Mudik lebaran pun dilarang
Untuk mencegah virus corona

Semoga pandemi ini lekas sirna
Agar bisa kumpul dengan sanak saudara
Marilah kita dirumahaja
Agar terhindar dari corona...

Pentigraf_walyn_7b_32


Akibat tidak turuti ibu
Oleh: walyn
Pada saat itu,saya libur karena covid-19.setiap hari ku diberi tugas.ku kerjakan tugas itu di dalam kamar dengan jendela terbuka dan menyalakan kipas angin untuk ku.hingga ku dimarahi oleh ibuku,tetapi aku tetap melakukannya.
Pada suatu hari ku jatuh sakit  dan demam tinggi yang membuat ibu ku khawatir,yang membuat ku untuk membatalkan puasa(pada saat itu aku sedang puasa hari ke 8).suhu ku sampai 39,4.ku kira hanya terkena demam biasa,tetapi kakak ku yang sebelum nya demam dan 1 hari sembuh,tetapi aku tidak,aku demam hingga 5 hari.pada malam ke 5 aku disuruh ibuku untuk cek darah tetapi aku tidak mau karena banyak alasan yang menghantui ku.setelah 1 hari berlalu,pada malam hari aku pun menginginkan sembuh dan ingin cek darah.pada keesokan hari nya aku pun cek darah,dan hasil nya aku terkena demam berdarah.tidak tahu kapan aku digigit oleh nyamuk nakal tersebut.untungnya ada dokter yang menyembuhkan ku walaupun waktu nya lama.selama dalam pengobatan aku harus memakan makanan yang dapat menaikan trombosit karena trombosit ku sangat rendah yaitu 115.selama sakit aku tidak berpuasa.
           
              Setelah 5 hari terlewati aku ke dokter untuk cek darah lagi dan hasilnya sudah negatif dari DB.hasil itu membuat ku lega dan merasa sudah berhasil telah menuruti ibuku.mungkin,jika aku tidak berkipas anginnan aku tidak akan terkena DB karena membuat membuat sakit jika tidak kuat,mungkin saat itu aku belum sarapan .selama 10 hari aku tak berpuasa.selama 10 hari itu,aku mendapatkan banyak pelajaran.


Nama:Dhiya Azka
Kelas:8i
Absen:11
Membuat Pentigraf Tema Persahabatan

         Mengapa kau berubah,sahabatku?
Raut wajahmu berbeda daripada biasanya.Tatapan menyindir?tatapan meremehkan?tatapan benci?hina?. Senyumanmu dan obrolanmu yang mulai berubah kepadaku.Tak seperti biasanya.Aneh sungguh aneh tingkah lakumu.Entahlah hanya persaanku atau?....Mengapa kau bertingkah seolah olah aku bukan sahabatmu lagi?apa salahku?Dua kata yang slalu ada dibenakku.Mengapa kau berubah?Aku tak tahan lagi dengan kondisi ini.

“Apa salahku?”tanyaku sambil tersedu sedu.”Mengapa kau berubah sikapmu kepadaku?”tanyaku kembali kepadanya,yang tidak direspon oleh dia.”kamu dulu sahabat terbaikku,temanku untuk curhat,selalu ada untukku,aku selalu ada untukmu dalam keadaan sedih ataupun senang,aku slalu membelamu,tapi sekarang kau berubah”.”Kenapa?..kenapa?”...tanyaku sambil menahan tangis.

“Katakan...katakan salahku kepadamu,sampai kau berubah sikap kepadamu? KATAKAN”tanyaku kepadaanya.”Apa kamu tidak sadar,sikapmu yang sok dekat dengan cowo yang aku suka,sok baik dengannya,tebar pesona dengan cowo yang kusuka,dan kamu hampir merebutnya dariku,padahal kamu tau dari dulu aku suka sama dia!”jawabnya.”Dulu aku berpikir kamu sahabat terbaikku untuk berbagi salahku,ternyata aku salah pilih sahabat kayak kamu!DASAR MUNAFIK!DASAR ANAK SOK CANTIK!JELEK JUGA!”terusnya sambil membentak.Setelah mengatakan itu,ia pergi meninggalkanku,sendirian.”Apa salahku Ya Tuhan?aku tidak berniat untuk melakukan hal seperti itu kepada sahabatku sendiri”.Aku hanya bisa menangis dalam diam.Aku hanya bisa bersabar dan berdoa kepada Tuhan,agar diberikan sahabat yang begitu baik,bukan hanya datang karna ingin mengambil untungnya saja.

Puisi_Dhiya Azka_8i_11

Nama:Dhiya Azka
Kelas:8i
Absen:11
Membuat Puisi Bertema Corona

                               Corona

Dunia sedang tidak baik baik saja
Meratapi musibah ini
Yang membuat segalanya berubah
Dalam waktu sekejap saja

Corona..
Kau dan aku sama
Sama sama makhluk Allah
Keberadaanmu memahamkanku
Akan arti bersyukur kepada-Nya
Semua orang tak menyangka
Musibah ini akan menimpa kita semua
Kekayaan,pangkat,jabatan tak lagi berguna
Kini hanya satu yang berguna
Nyawa...

Corona...
Kau hadir merubah segalanya
Dulu kami slalu berdekatan,kini kami jaga jarak
Semua yang berada diluar,dipaksa pulang kerumah
Hingga tercipta rindu tak berarah

Corona...
Kami ingin semua kembali normal
Bekerja,bersekolah,beribadah,kembali seperti dulu
Kami rindu kehidupan yang dulu

Corona...
Kapan kau akan berakhir
Apakah kau tidak bosan melihat kami di landa kekacauan?
Apakah kau tidak bosan melihat dunia ini bersedih?

Corona..
Kami mohon..
Cepatlah kau berakhir
Pergilah corona..
Kami merindukan kehidupan yang dulu
Pergilah kau tuk selamanya
Aamiinn...

Kamis, 14 Mei 2020

Pentigraf Corona_Windy Jihan_7E_30

Bahaya Corona
Oleh: Windy Jihan Sahita


     Tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, yang di rumah tidak boleh keluar, yang di luar tidak boleh berdekatan. Semua aktivitas harus di lakukan di dalam rumah. Sebagai pelajar, aku merasa sangat sedih. Karena hanya belajar di dalam rumah dan menggunakan handphone. Karena handphone sangat berbahaya bagi kesehatan mataku dan membuat aku iritasi karena radiasinya. Tetapi mau bagaimana lagi, cara satu-satunya adalah handphone. Virus yang satu ini sangat berbahaya jika kita tidak menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri. Jika aku keluar rumah harus memakai masker, dan baju yang menutupi anggota badan dari atas hingga bawah.


Aku kira, aku sudah sangat berhati-hati dalam menjaga kebersihan badan. Akan tetapi aku mengalami gejala yang amat sangat mirip dengan gejala virus Corona. Kerongkonganku sangat kering dan kepalaku amat pusing dan suhu tubuhku sangat tinggi. Aku kira ini hanya masuk angin biasa. Setelah 3 hari terbaring di kasur. Aku pun segera berobat ke dokter, dan ternyata setelah di periksa oleh dokter, ternyata aku dinyatakan ODP. Aku sangat syok setelah mendengar kata ODP. aku langsung dilarikan ke RS terdekat dan dimasukkan ke dalam ruang isolasi. Aku khawatir orang tuaku akan cemas, tapi kata dokter, orang tuaku telah di beri kabar bahwa aku masuk ke dalam ruang isolasi dan dinyatakan ODP. Aku bingung harus berbuat apa di sini, aku hanya terbaring lemah di atas ranjang, malam pun tiba, aku mendengar suara mamaku di luar ruang isolasi. Dia ingin aku cepat disembuhkan, aku pun ikut menangis di atas ranjang. Di sini aku hanya kesakitan tanpa dihibur orang yang kusayangi.


Setelah 2 minggu aku menjalani perawatan, badan ku mulai membaik. Sudah tidak lagi aku merasa lemas dan pusing. Aku kira, aku sudah sembuh Tapi ternyata aku masih harus menjalani beberapa tes. Saat sore kemudian aku pun di periksa oleh perawat yang memakai APD lengkap dan dia mengambil sampel darahku untuk di periksa. Aku sangat bersyukur karena tubuhku tidak lemas seperti kemarin. Setelah darahku di ambil untuk di periksa, saatnya fisikku harus siap untuk diperiksa. Tidak lama untuk pemeriksaan fisik, lalu aku di beri tempat tidur lain, seperti tempat tidur untuk pasien biasa. Aku bingung, apakah aku sudah sembuh? Atau kah aku masih sedang di periksa. Beberapa menit kemudian dokter dengan alat APD lengkap menemuiku. Dia berkata bahwa aku sudah boleh pulang 1 minggu lagi. Aku pun sangat gembira atas berita ini dan menyuruh dokter tersebut untuk mengabari orang tuaku atas kabar baik ini. Aku tak ingat bahwa tepat di hari aku keluar dari RS adalah hari ulang tahunku. Setelah aku keluar dari kamar, keluargaku dan beberapa dokter membuat pesta kejutan kecil untukku dan mereka memberiku ucapan selamat.



Tentang penulis.

Windy, siswa SMP NEGERI 1 CILACAP yang sekarang masih duduk di kelas 7, diajar oleh Bu Sukarni S.PD. lahir 07-02-2007 yang hanya suka warna netral dengan hobi menulis dan membaca. Yang ingin berkenalan lebih lanjut bisa ke email windyjihansahita07@gmail.com. Terima kasih

Puisi Corona_Windy Jihan_7E_30

Tema: Corona
Oleh: Windy Jihan Sahita
Kelas: 7E

1) Rindu Karena Virus Corona

Hari berganti hari
Bulan berganti bulan
Tahun berganti tahun
Aku siap menunggu
hingga hari menjadi lebih baik.

Kan aku tahan rasa rindu ini
Menjadi suatu hal
Yang lebih berguna
Kan aku lakukan apa pun
Agar rasa rindu ini hilang.

Akan tetapi, rindu ini
Terus tersimpan di dalam hati
Rindu untuk belajar bersama
Rindu bercanda bersama
Rindu bermain bersama.

Rindu bersekolah bersama
Rasa rindu ini,
Tak bisa kuhilangkan
Rasa rindu ini,
Seakan terulang kembali
Bila kulihat kenangan kita bersama.

Kebersamaan itu,
Harus dihilangkan sebentar
Sampai keadaan di bumi,
Benar-benar stabil.

Kebersamaan yang hilang,
Karena ada virus yang bertamu
Di Bumi Pertiwi ini.
Tamu yang seharusnya,
Kita larang berada di Bumi.

Entah mengapa,
Manusia tidak menggunakan,
Akal sehatnya.
Mereka hanya,
Mementingkan diri sendiri.

Dengan cara memakan,
Makanan yang tidak sehat
Demi kepuasan jasmaninya.
Mungkin dengan cara
Menurunkan virus ini,
Allah memberi mereka hidayah.


2) Pandemi virus Corona

Aku bertanya-tanya
Kapan Bumi akan kembali,
Seperti semula.
Mungkin aku berpikir

Bumi sudah tua
Dan bumi sudah berpenyakit
Banyak polusi dimana-mana.
Sudah jarang aku menemui
Manusia yang menanam pohon.
Aku sangan ingin pandemi virus
Corona segera berakhir.
Akan tetapi,
Aku tak mau lagi

Menyaksikan Bumi yang dipenuhi
Asap dan polusi buatan manusia
Dan akan berdampak pada,
Manusia itu sendiri.

Saat terjadi pandemi virus Corona,
Saat itu juga, Bumi kembali bersih
Bumi kembali ceria.
Tetapi,

Anak-anak pun diliburkan sekolah
Dan hanya diam di rumah saja.
Semua sekolah diliburkan
Para karyawan diberhentikan.

Semua pedagang kaki lima
Dilarang berjualan.
Para tenaga medis berjuang
Di garda paling depan.

Tindak kriminal merajalela
Banyak orang yang tidak bekerja.
Mereka mencuri, menculik
Bahkan tidak segan-segan untuk menganiaya.

Mereka akan melakukan apa pun,
Yang dapat memenuhi kebutuhan
Hidupnya...

Aku berdoa...
Semoga dengan ini,
Manusia mendapat hikmah
Dan Bumi sehat kembali.



3) Cegah Covid-19

Virus jahat telah menyerang
Tubuh renta dan tidak sehat.
Bantulah para tenaga medis
Dengan berdiam diri di rumah.
Kita lakukan apa saja di rumah
Asalkan dengan niat yang baik.
Kita bantu Ibu Pertiwi Dengan belajar,
bekerja, dan beribadah di rumah saja.

Entah kapan kita bisa kembali berlajar,
Bekerja, beribadah di luar rumah
Dengan teman-teman.
Tak tahu bagaimana rencana Tuhan.

Kita tak tahu kapan virus ini
Berakhir dan pergi.
Kita hanya bisa berdoa,
Memohon kepada Tuhan,

Obat virus ini segera ditemukan
Dengan cepat, untuk mengobati pasien
Yang sudah ter dampak.