TARIK
NAFAS
Oleh
: Tetama
Gadis
bersurai hitam itu lagi-lagi menyembunyikan wajahnya di sudut ruangan. Ruangan
itu gelap, hanya lampu bohlam remang-remang yang menemani kesunyian. Tiba-tiba
dia memukul-mukul pelan dadanya, seperti kesulitan bernafas. Semakin lama
semakin cepat dia memukul dadanya, sontak dia berhenti saat seorang wanita
masuk ke ruangan itu.
“Kesulitan
bernafas hm ?” tanya wanita itu. Lalu mendekati Lea, gadis surai hitam itu.
“Mau apa kau” kata Lea seraya menjauhkan dirinya. “Apakah sesakit itu ?” tanyanya
lagi, mengerti arah pembicaraan, Lea menitihkan air matanya dengan tetap
memukuli dadanya. “Tak apa, jangan terlarut dalam kesedihan, sungguh tak apa,
salah itu hal yang wajar,” tutur wanita itu untuk meyakinkan Lea. “Tarik nafas
yang dalam, coba lakukan itu,” Lea diam sebentar, lalu menuruti ucapan wanita
itu, dia menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan.
“Bagaimana
? Lebih merasa ringan bukan ?” yang ditanya hanya tersenyum kecil. “Lain kali
jika kau melakukan kesalahan, jangan seperti ini lagi ok ? jangan membuat
dadamu sesak karena rasa bersalah, melakukan kesalahan itu tidak apa-apa, yang
penting kau mengakuinya lalu meminta maaf,” ucap wanita itu sambil mengusak
rambut hitam Lea. “Tarik nafasmu lagi,” pinta wanita itu. Lea menarik nafasnya,
lalu menghembuskannya dengan halus, Lea pun tersenyum ke wanita di hadapannya.
Lampu bohlam yang semula remang-remang tiba-tiba menjadi terang, melihat itu
Lea bergegas memeluk wanita yang menolongnya dari perasaannya sendiri. “Tidak
apa-apa, semuanya benar-benar tidak apa-apa,” bisik wanita itu di telinga Lea.
Nama : Tetama Satya Riyadi
Kelas : 7A
No. Absen : 29
Tidak ada komentar:
Posting Komentar