Halaman

Rabu, 20 Mei 2020

Pentigraf_Tetama_7A_29



TARIK NAFAS
Oleh : Tetama


            Gadis bersurai hitam itu lagi-lagi menyembunyikan wajahnya di sudut ruangan. Ruangan itu gelap, hanya lampu bohlam remang-remang yang menemani kesunyian. Tiba-tiba dia memukul-mukul pelan dadanya, seperti kesulitan bernafas. Semakin lama semakin cepat dia memukul dadanya, sontak dia berhenti saat seorang wanita masuk ke ruangan itu.
            “Kesulitan bernafas hm ?” tanya wanita itu. Lalu mendekati Lea, gadis surai hitam itu. “Mau apa kau” kata Lea seraya menjauhkan dirinya. “Apakah sesakit itu ?” tanyanya lagi, mengerti arah pembicaraan, Lea menitihkan air matanya dengan tetap memukuli dadanya. “Tak apa, jangan terlarut dalam kesedihan, sungguh tak apa, salah itu hal yang wajar,” tutur wanita itu untuk meyakinkan Lea. “Tarik nafas yang dalam, coba lakukan itu,” Lea diam sebentar, lalu menuruti ucapan wanita itu, dia menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan.
            “Bagaimana ? Lebih merasa ringan bukan ?” yang ditanya hanya tersenyum kecil. “Lain kali jika kau melakukan kesalahan, jangan seperti ini lagi ok ? jangan membuat dadamu sesak karena rasa bersalah, melakukan kesalahan itu tidak apa-apa, yang penting kau mengakuinya lalu meminta maaf,” ucap wanita itu sambil mengusak rambut hitam Lea. “Tarik nafasmu lagi,” pinta wanita itu. Lea menarik nafasnya, lalu menghembuskannya dengan halus, Lea pun tersenyum ke wanita di hadapannya. Lampu bohlam yang semula remang-remang tiba-tiba menjadi terang, melihat itu Lea bergegas memeluk wanita yang menolongnya dari perasaannya sendiri. “Tidak apa-apa, semuanya benar-benar tidak apa-apa,” bisik wanita itu di telinga Lea.


Nama : Tetama Satya Riyadi
Kelas  : 7A
No. Absen : 29

Tidak ada komentar:

Posting Komentar