Jajahan
Corona
Oleh
: Tetama
Raganya sempoyongan
Nafasnya bagai tercekik udara
Batuk bersin berlendir kelabu
Suhu tinggi yang sulit reda
Keserakahan
merajalela
Keegoisan
mulai berkuasa
Sungguh
hebat kekuatamu
Wahai
corona
Jutaan manusia bersedih
Kehilangan mata pencahariannya
Jutaan manusia bersedih
Kehilangan nyawa dari raganya
Isolasi seakaan cara
melindungi diri
Menjaga
jarak bagai senapan api
Bagai
dihantui
Semua
orang dilarang keluar melangkahkan kaki
Corona
Pergilah, kami sangat lelah dijajah olehmu
Jangan buat lagi luka dan air mata derita
Corona, sudahilah penjajahanmu
Ramadhan
Bersamanya
Oleh
: Tetama
Ramadhan telah tiba
Hadir dengan suasana yang berbeda
Kebiasaan yang dilakukan kini harus dihilangkan
Keriuhan dan keramaian harus ditiadakan
Pagi
buta yang diawali teriakan anak-anak
Petang
senja yang digunakan untuk berkumpul bersama
Malam
yang digunakan untuk Sholat Tarawih
Harus
hilang sementara
Ramadhan dilalui hanya bersama keluarga
Ibadah dirumah saja
Ngabuburit tak kemana-mana
Itu semua karena adanya corona
Meskipun
begitu
Corona
mengajarkan kita untuk hidup lebih sehat
Menjadi
lebih bersih di bulan yang amat suci
Menjadi lebih suci walau tak didalam rumah Ilahi
Nama : Tetama Satya Riyadi
Kelas : 7A
No. Absen : 29
Tidak ada komentar:
Posting Komentar