Halaman

Rabu, 20 Mei 2020

Puisi_Tetama_7A_29



Jajahan Corona
Oleh : Tetama


Raganya sempoyongan
Nafasnya bagai tercekik udara
Batuk bersin berlendir kelabu
Suhu tinggi yang sulit reda

Keserakahan merajalela
Keegoisan mulai berkuasa
Sungguh hebat kekuatamu
Wahai corona

Jutaan manusia bersedih
Kehilangan mata pencahariannya
Jutaan manusia bersedih
Kehilangan nyawa dari raganya 

Isolasi seakaan cara melindungi diri
Menjaga jarak bagai senapan api
Bagai dihantui
Semua orang dilarang keluar melangkahkan kaki

Corona
Pergilah, kami sangat lelah dijajah olehmu
Jangan buat lagi luka dan air mata derita
Corona, sudahilah penjajahanmu


Ramadhan Bersamanya
Oleh : Tetama


Ramadhan telah tiba
Hadir dengan suasana yang berbeda
Kebiasaan yang dilakukan kini harus dihilangkan
Keriuhan dan keramaian harus ditiadakan

Pagi buta yang diawali teriakan anak-anak
Petang senja yang digunakan untuk berkumpul bersama
Malam yang digunakan untuk Sholat Tarawih
Harus hilang sementara

Ramadhan dilalui hanya bersama keluarga
Ibadah dirumah saja
Ngabuburit tak kemana-mana
Itu semua karena adanya corona
          
Meskipun begitu
Corona mengajarkan kita untuk hidup lebih sehat
Menjadi lebih bersih di bulan yang amat suci
Menjadi lebih suci walau tak didalam rumah Ilahi





Nama : Tetama Satya Riyadi
Kelas : 7A
No. Absen : 29





Tidak ada komentar:

Posting Komentar