Semua berawal dari wuhan
Menyebar tanpa sepengetahuan
Tidak memandang tinggi rendahnya jabatan
Kesana kemari dengan senang senang
Hari ke hari penuh kekhawatiran
Grafik dimna mana meningkat
Segala doa sudah di panjatkan
Hanya berharap semua membaik
Siapa sebenernya DIRIMU
kau telah membunuh banyak manusia
Kau telah menghancurkan rencana
Kau telah menghancurkan dunia
PULANGLAH.....
pulanglahh keasalmu
Apa lagi yang sedang kau cari?
Ribuan orang melayang di atasmu
POSITIF COVID 19
virus itu menyebar begitu cepat dari lokasi kecil hingga ke seluruh dunia dan mengubah secara cepat. Puluhan orang hidup jadi mayat. Banyak negara mendadak tobat, lupakan kompetisi ekonomi untuk melewatkan pandemi global mu ini. Maklumat dari badan kesehatan dunia untuk memperhatikan protokolnya dalam menghadapi virus tersebut telah diterjemahkan oleh negaraku. Mulai dari pemerintah pusat hingga tingkat desa aktif melaksanakan bahkan sampai tingkat rw bahkan rt.
Tetanggaku udin ikut bersosialisasi mengajarkan bagaimana mengindari virus covid 19 tersebut tanpa memandang suku, agama, maupun jabatan. Mulai dari cara cuci tangan yang benar, memakai masker saat keluar rumah, berjaga jarak dengan orang lain, dan tetap dirumah saja jika tidak ada kepentingan di luar. Udin sampai sampai keliling untuk memastikan bahwa menjaga diri dengan benar.
Suatu ketika kampungku di kejutkan dengan berita bahwa tetanggaku udin terpapar positif covid 19. Padahal ia rutin melindungi diri melalui cuci tangan dan menggunakan hand sanitizer. Ternyata ada yang ia terlupakan bahwa ia berjabat tangan dengan pemuda yang baru pulang merantau saat keliling tersebut.
Kini mereka berbaring diatas kasur rumah sakit selama 10 hari. Gajala yang tadinya batuk, sesak nafas, hingga demam tinggi kini membaik, merka tinggal menunggu beberapa hari lagi untuk dapat dipulangkan dan dapat beraktivitas seperti biasa. Dengan tidak lupa berjaga jarak dan rutin cuci tangan
Nama : Zea Maea N. F
Kelas/No.abs : 8i/32
Tidak ada komentar:
Posting Komentar