Puisi:
" Saat Ini "
Sesuatu yang tak kita kenal sebelumnya
Kecil, tak terlihat, namun ada
Entah darimana ia datang
Menguasai seluruh dunia
Bernama, C O V I D 1 9
Senyuman yang jarang menghiasi wajah
Keringat bercucuran
Mereka disana, mereka berjuang
Bertaruhkan nyawanya
Semua itu dilakukannya untuk kita
Pejuang Garda Depan
Dan, untuk kita
Yang berdiam diri dirumah
Rasa bosan menyelimuti
Dan berdoa sepanjang waktu
Agar pulih seperti semula
Rindu yang sudah tak cukup untuk ditahan
Rindu ingin berjumpa dengan keluarga
Rindu ingin berjumpa dengan kerabat
Kita rindu segala sesuatu yang serba offline
Sesuatu yang terjadi sekarang
Miris mata melihat
Sedih kita rasakan
Kisah sekarang, saat ini
Pentigraf:
Kisah Sekarang
Tahun 2020 ini digencarkan dengan virus yang bernama COVID 19 / virus Corona. Pejuang Garda Depan berjuang dengan semangat dan mempertaruhkan nyawanya. Mereka tentu lelah, bagaimana mungkin mereka tak lelah ketika 24 jam menangani pasien beratus ratus bahkan bisa beribu ribu. Ada mereka yang nahan rindu untuk pulang kampung, dan berkumpul bersama keluarga tercinta. Ada mereka yang sedang berjuang sehingga tak dapat bertemu dengan anggota keluarga. Bahkan mirisnya lagi, ada beberapa dari mereka yang tejangkit virus Corona, mengerikan. Dan, ini AKU, yang tentunya sedang berada di rumah. Yang tentunya rindu dengan kawan kawan, rindu bisa bebas pergi kemanapun tanpa ada halangan, dan yang pasti tentunya rindu dengan Mudik, sudah pasti dong:). Pokoknya aku yang sedang rindu kegiatan yang serba offline.
Karena banyak peringatan untuk tetap #dirumahaja ada beberapa orang yang menuruti mungkin sebanyak 60% dari banyaknya 100%. Tapi, yang menjengkelkan itu orang orang yang masih keluar tanpa ada keperluan yang mendesak, kurang lebihnya sebanyak 40% dari 100% , itu sudah hampir setengah persen, mungkin bisa dibilang itu cukup banyak. Lebih mengerikannya lagi, mereka saling mengejek para tenaga medis, hufft, keadaan sekarang sangat buruk :(. Memang #dirumahaja itu bosan apalagi selama 3 bulan ini dan tak tahu akan sampai kapan. Tapi cobalah dirumah untuk melakukan hal hal yang positif. Cobalah berpikir para tenaga medis diluar sana sedang mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan kita, mereka 24 jam tanpa istirahat berjuang, dan untuk kita tetaplah dirumah untuk membantu mereka dan memutus pertemuan yang akan menyelamatkan beribu nyawa.
Kita semua tahu, ketika kita di rumah aja memang bosan, kita semua merasakannya. Tapi lihatlah dan tirulah mereka yang melakukan kegiatan di rumah dengan hal hal yang positif, seperti memasak masak, bereksperimen, menghiasi rumah, dll. Tirulah perbuatan positif itu, bukannya malah mengejek satu sama lain. Seharusnya dalam situasi ini kita harus saling menguatkan bukannya malah saling mengejek apalagi menyalahkan. Tentunya jangan lupa untuk selalu mencegah virus Corona agar kita dapat bertemu kembali, seperti dengan mencuci tangan, menjaga kesehatan imun tubuh, menjaga jarak/ memutus pertemuan, gunakan masker ketika keluar dan bila sakit, hindari makan makanan yang tidak matang. Dan yang terpenting adalah tetap dirumah aja:). Stay at home yaa, aku betul rindu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar