Jumat, 22 Mei 2020

Puisi Tentang Corona. Keyza_Nur_Khasanah, Kelas 7B

Tugas Bahasa Indonesia



KEGIGIHANMU

Oleh:Keyza


Melihat gigihnya para medis

Berkorban demi keadaan kritis

Ingin ku beri penghargaan padanya

Tapi dengan dirumah saja


Pahlawanku kini ialah medis

Berjuang pada keadaan kritis

Sahur buka sering terlambat

Hanya untuk keselamatan rakyat


Mereka yang rela menukar nyawa

Yang bersusah payah agar kita sehat

Marilah kita membantu mereka

Dengan meminimalisir penularan


TETAMU

Oleh:Keyza


Wahai tetamu yang pasti pergi…


Kedatanganmu bagai tak berbekas kasih

Tak tua tak muda,tak kaya tak miskin

Tubuh mungilmu tak terindera masuk ke setiap raga

Bagai pasukan perang gaib yang menyerang tiba-tiba


Tapi tak mutlak Corona penyebab malapetaka ini

Seolah dia juga mengajarkan banyak hal yang dilupa kami

Tentang kebersihan dan kesucian yang harus dijaga

Tentang damainya rumah bersama keluarga yang telah hilang sudah


Corona, kami tahu kau akan pergi sendirinya

Bila kami semua tlah sadar pentingnya kesehatan bersama

Bila kami semua tlah disiplin dalam taat peraturan

Bila kami semua tlah peduli, tolong menolong dan saling mengingatkan pentingnya kesehatan


Nama:Keyza Nur Khasanah

Kelas/absen:VIIB/10. SMP N 1 Cilacap

Puisi dan pentigraf , AminnunKhoiruL8i04

Pentigraf


                                          Malam Hari
Disuatu malam, seseorang datang menuju rumah.sesuana hening Dicampur bingung, setelah berjalan melewati pintu masuk,terasa ada yang berbeda.Kebingungannya bertambah seketika melihat pintu yang terbuka sendiri

Dia melanjutkan perjalanan dengan satu misi,mencari sebuah buku misteri.Berlanjut menyusuri rumah,ia ditemani seorang yang tak ia kenali.Jalan demi jalan ia lewati,ia menemukan bongkahan batu yang terbelah.Ia berpikir bahwa seorang telah menemukan apa yang ia cari,ia menyerah.Namun kesempatan menemukan masih begitu besar,karena ia baru beberapa persen menuyusuri rumah tersebut.jalan demi jalam,pintu demi pintu ia lewati.Seketika ia merasa ada yang janggal pada nya.

Ia baru menyadari bahwa ia tidak lah berjalan berdua, namun ia hanya sendiri.Ia baru sadar ketika ia melihat pada cermin bahwa seseorang yang bersama nya tidak muncul dalam cermin.Lalu siapa?ia keluar ,ia keluar dengan keadaan sudah siang hari,ia bertanya pada diri nya,Sudah berapa lama kah aku didisana?.Tanpa pikir panjang ia pulang dengan tidak membawa hasil apa-apa. Lalu siapa orang yang menemani nya?tidak ada yang tahu


Puisi




Bumi Dan Virus

Virus....
Diceritakan sebagai penyakit mematikan.
Itu yang orang fikir kan.
Semua berfikir bahwa itu sebagai penyakit bumi.

Namun.....
Setelah kedatangan "virus".
Bumi yang semula terlihat kotor.
Penuh polusi.
Penuh kemacatan.

Kini berubah menjadi bumi yang bersihm
Keindahan alam yang terasa menjadi indah.
Lalu siapa yang merupakan virus bumi?
Covid 19 kah?, Manusia kah?
Tidak ada yang tahu

Puisi_Derren arkazora_VII E_10

"Virus Corona yang menggemparkan
 Bangsa bangsa di seluruh dunia
 Bagaikan gelap gulita menutupi
 Samudra raya"

"Bagaikan tiada harapan bagi seluruh
 umat manusia.
 Karena banyak yang terinfeksi
 Virus Corona di dunia

"Suka dan dukanya menjadi sengsara
 apakah ini pertanda dari Tuhan yang
 Maha kuasa?"

"Agar kita makin kuat lagi dalam
 doa tuhan.agar terbasmi lah seluruh
 Virus di dunia"

PENTIGRAF ATHAYYA SHABRI


Di tahun 2020 ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, yang di rumah tidak boleh keluar, yang di luar harus berjaga jarak. Sebagian besar aktivitas dilakukan di rumah. Sebagai pelajar, aku merasa sangat bosan Karena tidak boleh bermain diluar dan harus mengerjakan tugas yang menumpuk. Tetapi hanya dengan ini cara satu-satunya untuk memberantas rantai virus ini.


Di suatu saat aku sedang berbelanja di sebuah pasar,tetapi aku lupa tidak menggunakan masker. Setelah 2 hari aku merasakan badanku terasa panas dan demam. Aku kira, itu adalah demam biasa karena kelelahan kemarin, Akan tetapi lama kelamaan panasnya semakin tinggi. Saat aku browsing ternyata itu adalah gejala gejala virus corona. Saat itu aku langsung dibawa ke rumah sakit dan segera diperiksa dokter, ternyata benar aku dinyatakan ODP oleh dokter. Setelah mendengar kata itu seketika badan ku lemas dan sempat berpikir apakah ini akhir hidupku.Aku pun segera dimasukan ke ruang isolasi rumah sakit.


Setelah 2 minggu aku di ruang isolasi, badan ku mulai membaik. Dan aku sudah tidak ada pikiran seperti saat aku masuk pertama  kali ke ruangan ini. Saat itu dokter mengatakan bahwa ada satu test lagi, yaitu rapid test.  Aku ditest sekali lagi untuk memastikan aku sudah sembuh atau belum,dengan cara perawat mengambil sampel darahku untuk di periksa. Setelah darahku di ambil untuk di test. Aku dihimbau untuk tetap istirahat dulu dan menunggu 2 mingu untuk hasil test.setelah 2 minggu ternyata aku sudah negatif dari virus corona.tetapi dokter berpesan agar tetap selalu jaga jarak dan mengatakan jika orang terkena virus belum tentu akan mati. Dihari itu aku sangat senang bisa pulang dan berkumpul keluarga
Nama athayya shabri
Kelas   8j
Absen 05

Puisi_Gracia_7A_10

Kecil Tapi Mematikan
Oleh: Gracia J

Suasana aman dan nyaman
Kini diruntuhkan oleh penyakit mematikan
Banyak korban berjatuhan
Membawa banyak kesedihan

Kini kau ada disekitar kami
Rasa khawatir pun muncul di hati kami
Telah kau buat bumi ini menjadi sepi
Hingga kami harus menyendiri

Kami tak bisa melihatmu
Ingin kami menjauhkanmu
Corona, kami akan terus mengusirmu
Agar bumi kembali tentram, jauh darimu




Datang Tak Diundang
Oleh: Gracia J

Corona. . . .
Tiba tiba kau menggemparkan dunia
Mengapa kau menghampiri kita?
Pergilah, jika hanya tuk merusak suasana

Kau datang di waktu tak tepat
Saat kita sedang bersama sahabat
Banyak insan yang sudah di akhirat
Jadikan kesedihan semakin lekat

Pulanglah ke rumahmu
Kita tak mengundangmu
Jika kau tak mau
Kita tetap membuangmu

PENTIGRAF_09_FAYOLA_7A

Nama : Fayola Nakeisha Shereen
                          VIIA/09
Pentigraf :
IBU SIAGA
          Pulang dari pasar dengan membawa sayur mayur dan daging di tasnya, aku menuju rumah, dari kejauhan kudengar sirene meraung-raung. Betapa terkejutnya aku melihat orang-orang berhamburan keluar dari rumahnya masing-masing. Kulihat semua orang begitu panik, tidak ada waktu untuk berpikir panjang. Tidak ada penghuni rumah yang masih bersantai. Cepat kubuka pintu rumahku. Bunyi pengumuman melalui pengeras suara tidak terdengar jelas.
         Panik sungguh teramat panik. Kenapa tiba-tiba bunyi sirene tsunami?pikirku dalam hati. Apakah anakku mendengar atau ia masih tidur karena kelelahan mengerjakan tugasnya tadi malam?Dengan tergopoh-gopoh aku naik tangga menuju kamar anakku,pikiranku hanya satu menyelamatkan anakku karena suamiku sedang bekerja di luar kota. Kuusahakan bicara tenang pada anakku walau hati berkecamuk. “ Nak, kita mau keluar, ada tsunami. Cepat bantu ibu membawa surat-surat berharga”. Aku menggandeng tangan anakku,membawa tas sambil menuruni tangga dengan cemas.
         Di luar keadaan semakin ramai, kemacetan tidak terhindarkan. Ada wajah panik sambil menyeberangi jalan dan berkumpul dengan penghuni rumah lainnya. Wajah anakku sangat kelelahan dan kebingungan. “ Ada apa sebenarnya yang terjadi?” tanyaku kepada seseorang yang berdiri sambil melihat keadaan sekitar. “ Oh..tidak ada apa-apa. Hanya latihan evakuasi terhadap tsunami.” Jawabnya tenang dan tidak lama kemudian menjepret-jepret foto mengambil momen yang jarang terjadi itu. Dengkul langsung melemas dan jantung serasa mau copot mendengar peraturannya.

PUISI_09_FAYOLA_7A

Nama : Fayola Nakeisha Shereen
                       VIIA/09
Puisi:
CORONA
Cahaya dari bumiku redup
Orang yang selalu tersenyum
Menjadi sendu
Raga hilang satu – persatu
Nafsu tak bisa dikendalikan otak
Harga diri terpengkak
Tak bisa bebas bergerak
Mahluk kecil corona
Kau buat gempar dunia
Kau buat resah manusia
Wahai mahluk kecil
Cepat selesaikan tugasmu
Lalu cepat kau pergi
Kami ingin tenang
Dan jangan kembali datang
Kami rindu suasana aman.

Fasasah Zarir Hidayat_7A_08_pentigraf


Semua Berubah Karena Corona

Di pagi yang cerah Andy mengayuh sepedanya untuk pergi ke sekolah, sesampainya di sekolah Andy di sapa oleh temannya yang bernama Anton. “Pagi Ndy…”Anton menyapa, “Pagi Ton” balas Andy menyapa. Anton adalah teman baik Andy, Ia selalu bermain dengan Andy.  Ketika Andy hendak menaiki sepedanya, Anton menghampiri Andy dengan berkata “Andy nanti belajar bareng ya, ngerjain soal IPS yang tadi buat PR. Gimana mau nggak ?”, “boleh deh, di rumah ku ya…”Andy membalas, “Ok nanti sore aku ke rumah mu” Anton membalas.

Hari berganti hari, kegiatan sehari hari masih seperti biasa. Suatu hari Andy berangkat ke sekolah, jam pelajaran dimulai, guru mengajar seperti biasa.Jam pulang pun tiba, semua anak pulang, tapi sebelum semua anak pulang guru menyampaikan pengumuman,” Anak-anak sebelum pulang, Ibu ingin memberi pengumuman bahwa besok semua kelas belajar di rumah, mungkin sampai bulan depan”. Semua anak kebingungan, kenapa sampai bulan depan. “Semua anak belajar di rumah karena untuk memutus rantai virus corona yang sedang terjadi di tahun ini, dan jangan lupa untuk memakai masker dan kurangi untuk berpergian, serta rajin mencuci tangan”, Guru menambahkan. Seketika semua kehidupan berbeda, semua serba online.

Anak anak kebingungan harus apa, akibat libur yang terlalu panjang anak anak mulai bosan. Semua orang berharap agar Corona cepat pergi. 



Fassah Zarir Hidayat_7A_08_Puisi


Corona

Virus Corona
Virus yang sangat berbahaya
Virus yang berasal dari China
Menyebar di Asia hingga seluruh dunia

Virus Corona
Virus yang sedang merajalela
Menjangkit semua kalangan usia
Balita, remaja, bahkan lansia

Virus Corona
Membuat lumpuh banyak negara
Krisis ekonomi di mana mana
Semoga dunia ini kembali seperti semula


Pentigraf_Syaffira_26_7A

Gak Jadi Mudik

     "Yeess, mudiik" kali ini aku akan mudik kerumah Nenek, karena sudah lama aku tidak kesana. "Semua sudah siap, kan? Ayook kita berangkat" Papa sangat gembira, pasti mudik kali ini sangat menyenangkan. Kulihat sekelilingku, banyak pepohonan dan sawah hijau membentang, "Wahhh, sangat indah"
     Sudah setengah perjalanan, kami melewati jalan tol yang sangat panjang. Selang beberapa menit, Mama dan Papa kaget karena mobil yang kunaiki ternyata diberhentikan oleh seorang petugas. Tidak banyak yang kudengar, tapi aku mendengar bahwa kami tidak boleh mudik. Aku berkerut kening dan bertanya-tanya dalam hati, "Kenapa sih?". Lalu, Papa memutar balik mobilnya, dan karena aku mengantuk aku tertidur di mobil. "Yap, kita sudah sampaii" seru Mama. Aku terbangun, aku senang dan aku segera keluar dari mobil, kukira aku sudah berada di rumah Nenek, ternyata aku berada di rumah. Aku berbalik badan dengan raut wajah kesal dan menatap tajam mata Mama dan Papa. Aku lari sambil menangis menuju ke kamarku.
     Perasaan marah dan kesal membuatku bingung. "Narra, dengerin Mama, kita gak jadi mudik karena keadaan sekarang yang berbahaya.". "Mama bohong, aku marah sama Mama!". "Narra, kita kan bisa kesana kapan-kapan lagi, sebenarnya di luar sana lagi banyak penyakit, jadi kita gak boleh mudik dulu, it's okay my Princess.". Lalu aku berlari dan memeluk Papa dan Mama.



Nama: Syaffira Zahra Ramadhani
Kelas/no. absen: 7A/26