Karena Kau
Oleh: Ghea Resita Azzahra Kelas VIII I / 15
Corona virus Disease
Kau dikenal sebagai Covid-19
Kehadiranmu tanpa permisi...
Kedatanganmu melukai
Keberadaanmu mengubah kegiatan insani
Kami terhentak
Kami terhenyak
Kami bingung harus berbuat apa....
Jauh ...jauh...semakin jauh dari kawan kawan baik kami...
Smakin jauh dari guru-guru kebanggaan kami...
Segera lah kau berlalu...
Pergi...pergi...dan pergi lah kau....
Jauh...Jauh...dan semakin jauhlah engkau...
Agar kami dapat belajar bersama kembali
Di Sekolah kebanggaan kami....
Ya Allah, Ya Tuhan Kami...
Semoga Covid segera usai
Berganti new normal
Asa nan baru
Wujudkan mimpi-mimpi besar kami
Tuk bisa belajar dan berbakti untuk negeri ini
Tugas : :Pentigraf
Maaf dan terima kasih
Oleh: Ghea Resita Azzahra Kelas VIII I / 15
Kala itu, malam telah larut. Seseorang naik ojek memasuki kawasan kampung Sehati Tidak banyak yang melihat kedatangan oramg tersebut. Keluarga bu Dian melihat seseorang memasuki rumah Pak marto, dengan membawa ransel lusuh. Suasana malam itu hening, dedaunan tak bergerak, angin pun tak berdesir. Hanya sesekali bunyi katak yang bersahutan, diselingi bunyi jangkrik yang sambung menyambung.
Pak Marto hidup seorang diri, dikenal sebagai orang yang suka bekerja keras dan taat beribadah, Kesehariannya Pak Marto beternak ayam, dan sesekali ke pasar Berkah untuk menjual ayam dan telur ayam dengan mengayuh sepeda tua lengkap dengan keranjang bambu di kanan dan kiri boncengannya.
Pagi harinya Pak Marto mulai dijauhi tetangga tetangganya. Pak Marto bingung, ada apa gerangan sehingga orang -orang tidak menyapa Pak Marto, ketika melintas di sepanjang jalan kampung. Biasanya orang - orang kampung suka membeli telur ayam kampung ke Pak Marto. Penghasilan Pak Marto menjadi sangat menurun. Pak Marto merenung, namun belum menemukan jawabannya.
Malam minggu itu, Pak Marto berbincang bincang dengan Mas Chandra tentang usaha beternak ayamnya yang semakin menurun, bahkan tak seorang pun yang membeli dagangan Pak Marto. Diskusi itu pun belum memperoleh jawaban yang menyebabkan dagangan Pak Marto sama sekali tidak laku
Sore itu, Pak marto kedatangan tamu. Pak Marto kaget sekali, baru kali ini sampai usia lebih dari 70 tahun, rumahnya yang sederhana itu didatangi Pak Kepala Desa.
Pak Kepala Desa, yakni Pak Baharuddin menyampaikan pada Pak Marto, kalau warga desa Sehati resah dan juga tidak nyaman dengan Pak Marto karena di rumah Pak Marto ada tamu dari luar kota.
Warga khawatir tamu itu membawa virus Corona. Kemudian Pak Marto menjelaskan bahwa tamu itu adalah Chandra, seorang pemuda yang berasal dari Jakarta dan pernah diasuh Pak Marto. Kemudian Pak Marto memperkenalkan Chandra dengan Pak Kepala Desa
Chandra menyampaikan pada Pak Lurah bahwa dia tengah isolasi diri untuk mencegah penularan Covid-19 pada warga lain. Kemudian Chandra menjelaskan mengenai maksud dan tujuan kedatangannya di desa Sehati Chandra adalah seorang pengusaha dari Jakarta yang hendak memberikan bantuan atau sumbangan dalam bentuk pembagian sembako kepada warga miskin di desa Sehati yang terkena PHK, miskin, dan kesulitan ekonomi lainnya,Pak Lurah pun girang dan menyampaikan terima kasih. Setiap awal bulan, di depan pintu rumah warga tersedia sudah sembako lengkap dengan perlengkapan pencegahan Covid 19 berupa masker, sanitizer dan sabun cuci tangan. Warga sangat berterima kasih pada Chandra dan pak Marto....sebaliknya Chandra meminta maaf pada Pak Kepala Desa dan warga karena lupa belum laporan kedatangan sebagai tamu di desa Sehati pada era Covid 19 ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar