Halaman

Sabtu, 30 Mei 2020

Pentigraf : Sukarni_64

VONIS

Karya : Sukarni, S.Pd. 


            Dokter Erry, Kepala Puskesmas itu, cukup lama memeriksaku. Setelah bertanya macam-macam, pertanyaan terakhirnya adalah, apakah ada anggota keluarga yang baru pulang dari luar kota. Aku sampaikan anak bungsuku baru pulang kuliah di kota P. Dokter melihat ke arahku kemudian menulis resep di kertas dan menyampaikan bahwa aku sekeluarga dalam pemantauan. Dokter menjelaskan bahwa kami tidak boleh keluar selama 14 hari.
        Sambil memijit punggungku, anakku menanyakan sakitku. Aku sampaikan kalau kami dalam pemantauan. Deg! Baru terpikir sekarang, berarti kami ODP? Seketika badanku lesu dan makin meriang. Membaca “Tujuh Gejala Covid-19” semakin menyesakkan dadaku. Perasaan was-was membuatku kehilangan semangat. Batukku makin menjadi dan suaraku bertambah serak. Malam ini sesak napasku seolah mencekik leher. Sakit sampai di ulu hati. Rasanya seperti ditusuk puluhan jarum. Kerongkonganku sangat kering. Aku yang nggak suka minum air putih, malam itu berliter-liter air putih kuhabiskan. Tidak hanya itu. Sudah beberapa malam aku tidak bisa tidur. Terlena saat dini hari pun sering mimpi buruk. Pikiranku mengembara ke mana-mana.
         Sudah lima hari aku sakit. Aku benar-benar lemas, tak bisa melakukan apa pun. Bahkan untuk bangun pun rasanya berat. Ajakan anakku ke rumah sakit kujawab dengan gelengan kepala. Aku khawatir tidak akan pernah pulang ke rumah. Aku sangat ngeri membayangkan itu terjadi. Akhirnya, aku hanya bisa pasrah. Aku pasrahkan seluruh jiwa ragaku pada sang Empunya Hidup. Dengan sisa tenaga yang kupunya, aku berdoa dalam diam dan derasnya air mata. Mohon ampun atas segala dosa.  Alhamdulillah, sekarang sudah lewat 14 hari dan langkahku sangat ringan. Aku bahkan merasa bisa terbang.



Tentang Penulis

Sukarni, kelahiran Klaten 1964. Pencinta warna abu-abu dan makanan manis ini punya hobi membaca novel. Ia bergabung dalam projek Kitab Pentigraf 2 berjudul Papan Iklan di Pintu Depan dan Kitab Pentigraf 3 berjudul Laron-Laron Kota. 

Hasil karyanya sendiri berupa antologi cerpen yang sudah terbit berjudul “Lentera Hati”.

Alamat surel: sukarni.angel64@gmail.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar