Pentigraf:
PENYEBARAN
COVID-19
Pada tanggal 2 Maret 2020 Bapak Presiden Jokowi
mengumumkan orang Indonesia yang pertama kali terkena virus covid-19. Dua orang
warga Negara Indonesia (WNI) yang pertama kali terkena virus covid-19 sempat
berkontak langsung dengan warga Negara asing. Setelah kejadian itu aku terkejut
dan protocol kesehatan sudah mulai diberlakukan dimana-mana. Pemerintah
menyarankan untuk menjalankan PHBS yaitu dengan menggunakan masker ketika
keluar rumah dan selalu cuci tangan sesering mungkin ketika sedang
beraktifitas. Aku pun langsung menjalankan aturan pemerintah tersebut.
Di wilayah rumah aku terdapat dua orang yang sudah
positif terkena virus covid-19. Mereka melakukan perjalanan bersama-sama. Awal
mulanya satu orang tersebut mengalami gejala seperti demam, flu, sakit
tenggorokan dan sesak nafas. Kemudian orang tersebut di karantina mandiri
selama 14 hari dirumahnya. Namun, setelah ada laporan dari warga sekitar
rumahnya karena orang tersebut tidak menaati aturan karantina akhirnya dijemput
paksa oleh pihak medis dan dilakukan karantina dirumah sakit. Kejadian tersebut
membuat aku dan keluarga semakin lebih menjaga kebersihan.
Dampak dari penyebaran virus covid-19 ini aku harus
belajar dirumah selama 14 hari atau mungkin bisa lebih karena virus covid-19
terus menyebar. Maka dari itu untuk memutus mata rantai penyebaran virus
covid-19 pemerintah menganjurkan untuk belajar dirumah, beribadah dirumah, dan
bekerja dirumah. Sebenarnya aku sagat berat mendengar kata kata seperti itu,
tetapi itu sudah aturan dari pemerintah dan harus dijalankan demi memutus mata
rantai penyebaran. Selama belajar dirumah ini aku sangat bosan sekali dan ingin
cepat-cepat virus covid-19 usai agar bisa belajar disekolah seperti sedia kala
lagi.
COVID-19
Engkau datang
secara tiba tiba
Bagaikan bala
tentara dalam operasi senyap
Yang menembaki
ribuan orang di dunia
Padahal kami hanya
orang yang tidak punya senjata
Pada akhirnya, kami mengalah untuk mengurung diri
dirumah
Tapi kami tidak sedang mengalah begitu saja
Kami sedang menyiapkan peluru-peluru dari doa
Yang setiap hari kami panjatkan
Dan kami sedang
berusaha untuk melawanmu
Agar hilang dari
dunia ini
Yang sudah
menyakiti dan membunuh ribuan orang
Sampai tenaga medis
berkorban hingga titik darah penghabisan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar