Gak Jadi Mudik
"Yeess, mudiik" kali ini aku akan mudik kerumah Nenek, karena sudah lama aku tidak kesana. "Semua sudah siap, kan? Ayook kita berangkat" Papa sangat gembira, pasti mudik kali ini sangat menyenangkan. Kulihat sekelilingku, banyak pepohonan dan sawah hijau membentang, "Wahhh, sangat indah"
Sudah setengah perjalanan, kami melewati jalan tol yang sangat panjang. Selang beberapa menit, Mama dan Papa kaget karena mobil yang kunaiki ternyata diberhentikan oleh seorang petugas. Tidak banyak yang kudengar, tapi aku mendengar bahwa kami tidak boleh mudik. Aku berkerut kening dan bertanya-tanya dalam hati, "Kenapa sih?". Lalu, Papa memutar balik mobilnya, dan karena aku mengantuk aku tertidur di mobil. "Yap, kita sudah sampaii" seru Mama. Aku terbangun, aku senang dan aku segera keluar dari mobil, kukira aku sudah berada di rumah Nenek, ternyata aku berada di rumah. Aku berbalik badan dengan raut wajah kesal dan menatap tajam mata Mama dan Papa. Aku lari sambil menangis menuju ke kamarku.
Perasaan marah dan kesal membuatku bingung. "Narra, dengerin Mama, kita gak jadi mudik karena keadaan sekarang yang berbahaya.". "Mama bohong, aku marah sama Mama!". "Narra, kita kan bisa kesana kapan-kapan lagi, sebenarnya di luar sana lagi banyak penyakit, jadi kita gak boleh mudik dulu, it's okay my Princess.". Lalu aku berlari dan memeluk Papa dan Mama.
Nama: Syaffira Zahra Ramadhani
Kelas/no. absen: 7A/26
Tidak ada komentar:
Posting Komentar