Halaman

Kamis, 21 Mei 2020

Pentigraf_Mudzaky A.R_18_7A

                 Harapanmu Penyemangatku

      Aku akan menceritakan pengalamanku.Aku mengikuti pembelajaran Qur’an atau sering disebut TPQ.Di TPQ,aku selalu mengaji dan belajar tentang aqidah,fiqih,akhlak,dan lain lain.Setiap tahun di TPQ ku selalu mengadakan tes,tapi sayangnya aku tidak pernah masuk ranking dan selalu mendapat nilai jelek.Karena saat itu aku tidak begitu paham dengan materi yang guru ajarkan.Setiap tahun, setiap tes aku tidak pernah mendapat ranking,selalu yang mendapatkan ranking adalah anak pondok dan teman ku yang pintar.Aku selalu mendapat nilai 70,80,70.Pada saat itu, aku mulai iri kepada temanku yang mendapat ranking 3 besar.”Yah......,gak ranking lagi deh...”ucapku di dalam hati.2 minggu kemudian, aku naik kelas,dan 1 bulan lagi aku akan wisuda.
      Saat itu,aku agak senang karena aku akan khatam Qur’an dan diwisuda,tapi dilain sisi aku sedih karena nilai tesku yang selalu jelek.”Yah,bentar lagi tes wisuda.....masa aku gak ranking lagi sih....”gumamku.Saat waktu itu,aku mulai mengimpikan untuk mendapatkan ranking 10 besar di wisudaan nanti.Aku mulai tekun belajar,dengan bantuan dan bimbingan mamah.Mamah mengajari aku dengan semangat dan sabar.Dalam satu bulan itu ,aku menghabiskan materi dengan matang-matang.”Alhamdulillah...akhirnya materinya bisa ku selesaikan juga.”ucapku dengan senang.Waktu yang dinantikan tiba,pukul 15.00 aku berangkat menuju TPQ dengan semangat,sampai disana aku belajar lagi untuk mengingat materi yang sudah aku pelajari.”Aku harus semangat,bismillah 10 besar!”ucapku di dalam hati,sambil membaca buku.Tes akan dimulai, aku masuk ke ruangan dengan semangat.Aku mengerjakan soal dengan tenang dan teliti.”Alhamdulillah,semua materi yang aku pelajari keluar  semua di soal.”ucapku sambil mengerjakan lembar soal.
      Tes demi tes aku ikuti dengan semangat.Pada hari minggu, aku mengikuti ujian praktik mengaji.”Duh,takut salah.....”ucapku di dalam hati.Saat namaku dipanggil aku menuju ruangan dan mengaji dengan tenang dan fasih.Selesai mengaji,aku senang karena mendapat nilai 93,dan  aku juga senang, karena aku mendapat nilai tertinggi praktik mengaji.Hari yang ditunggu telah tiba yaitu wisudaan dan khotmil Qur'an.Acara itu paling berharga bagiku.Aku ditunjuk untuk membacakan ikrar.Acara demi acara dilaksanakan dengan lancar dan baik.Acara selanjutnya adalah pembacaan nilai ujian,ranking 3 besar,dan penerimaan piala untuk ranking 3 besar.Saat aku di sebut,jantungku berdebar -debar.Saat nilaiku di baca ternyata aku mendapat nilai rata-rata 95 yang sangat memuaskan.”Alhamdulillah, nilaiku tinggi.”ucapku,dan saat pembacaan ranking 3 besar,aku terkejut karena namaku disebut sebagai ranking 2 paralel.Aku senang sekali,karena akhirnya aku bisa mengalahkan anak pondok.Aku naik ke panggung bersama mamahku untuk menerima piala.Aku bangga sekali,”Selamat ya.....”ucap mamahku sambil naik ke panggung.Saat melihat rapor aku dan mamahku senang sekali karena nilai ujianku tingi yaitu 100,98,95,93,dan lain-lain.”Makasih mah,udah membimbing zaki hingga bisa ranking 2 paralel....”ucapku sambil memegang tangan mamah.”Sama-sama sayank,belajar lebih giat lagi ya...”jawab mamahku.Aku berterima kasih kepada mamahku,karena dengan bimbingannya aku bisa ranking 2 paralel.Saat itu aku mulai sadar,jika kita ingin mendapatkan yang kita inginkan harus usaha dengan semangat dan jika kesusahan,minta bimbingan orang tua.Dan jika sudah bisa jangan melupakan orang tua yang sudah membimbingmu dan walaupun kamu sudah bisa harus tetap tekun belajar.

Nama           : Mudzaky Arkan R.
Absen/kelas : 18/7A

Tidak ada komentar:

Posting Komentar