Si Penyiksa
Oleh : Fachriza Damarrafi
"Mengapa kamu tidak memakai masker dan mencuci tanganmu? Virus Corona ada dimana-mana loh." Pertanyaan itu sering dilontarkan oleh orang lain kepadaku. Ya, aku tidak memakai masker karena itu hanya membuatku sulit bernapas. Aku selalu menganggap remeh virus ini.
Namun, akhir akhir ini tubuhku terasa tidak fit. Batuk, pilek, demam, dan sesak napas, semua terjadi di waktu yang bersamaaan. Dokter mengatakan aku mengalami gejala-gejala terkena Corona dan perlu dikarantina. Awalnya aku berpikir ini pasti mudah untuk dilewati, tetapi pikiranku itu salah besar. Semakin lama keadaanku semakin memburuk. Dadaku rasanya seperti ditusuk-tusuk dengan jarum, napasku seperti terhalang oleh beribu-ribu kapas dan aku batuk tanpa henti. Hari demi hari tubuhku semakin lemas, terasa seperti sudah mendekati ajal. Aku merasa tidak kuat lagi menghadapi 'si Penyiksa' ini dan pada saat itu juga aku jatuh pingsan di lantai.
Saat terbangun, aku segera pergi ke kamar mandi dan mencuci mukaku, lalu meminum segelas air yang ada di ruang makan. Dengan perasaan lega, aku sadar kalau ini hanya sebuah mimpi buruk. Kini aku tahu mengapa orang-orang menyarankanku untuk mencuci tangan dan memakai masker. Aku bersyukur karena masih diberi kesehatan dan berharap virus ini tidak akan memasuki tubuhku.
Nama : Fachriza Damarrafi
Kelas : 7A
No. Absen : 07
Tidak ada komentar:
Posting Komentar