Halaman

Jumat, 22 Mei 2020

PENTIGRAF_09_FAYOLA_7A

Nama : Fayola Nakeisha Shereen
                          VIIA/09
Pentigraf :
IBU SIAGA
          Pulang dari pasar dengan membawa sayur mayur dan daging di tasnya, aku menuju rumah, dari kejauhan kudengar sirene meraung-raung. Betapa terkejutnya aku melihat orang-orang berhamburan keluar dari rumahnya masing-masing. Kulihat semua orang begitu panik, tidak ada waktu untuk berpikir panjang. Tidak ada penghuni rumah yang masih bersantai. Cepat kubuka pintu rumahku. Bunyi pengumuman melalui pengeras suara tidak terdengar jelas.
         Panik sungguh teramat panik. Kenapa tiba-tiba bunyi sirene tsunami?pikirku dalam hati. Apakah anakku mendengar atau ia masih tidur karena kelelahan mengerjakan tugasnya tadi malam?Dengan tergopoh-gopoh aku naik tangga menuju kamar anakku,pikiranku hanya satu menyelamatkan anakku karena suamiku sedang bekerja di luar kota. Kuusahakan bicara tenang pada anakku walau hati berkecamuk. “ Nak, kita mau keluar, ada tsunami. Cepat bantu ibu membawa surat-surat berharga”. Aku menggandeng tangan anakku,membawa tas sambil menuruni tangga dengan cemas.
         Di luar keadaan semakin ramai, kemacetan tidak terhindarkan. Ada wajah panik sambil menyeberangi jalan dan berkumpul dengan penghuni rumah lainnya. Wajah anakku sangat kelelahan dan kebingungan. “ Ada apa sebenarnya yang terjadi?” tanyaku kepada seseorang yang berdiri sambil melihat keadaan sekitar. “ Oh..tidak ada apa-apa. Hanya latihan evakuasi terhadap tsunami.” Jawabnya tenang dan tidak lama kemudian menjepret-jepret foto mengambil momen yang jarang terjadi itu. Dengkul langsung melemas dan jantung serasa mau copot mendengar peraturannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar