Halaman

Rabu, 20 Mei 2020

Pentigraf Hera Sekar Kinanti_12_8J

                          HUJAN dan PETRICHOR

     Tetesan air yang terus berjatuhan terpampang di hadapanku. Air yang berjatuhan menyatu dengan tanah yang membuat aroma tersendiri (petrichor). Aroma yang begitu menyeruak masuk ke dalam indra penciumanku, sangat menyejukkan dan menenangkan. Suara rintik air yang berjatuhan membantu membangun suasana.
      Aku duduk terdiam di dekat pintu jendela yang terbuka, ku ikuti alunan bunyi rintik hujan. Aku larut dalam imajinasi, merangkai bentuk keindahan semu. Aroma yang menenangkan mengingatkan masa lalu yang begitu runyam, karena kekecewaan pada seseorang yang membuatku tersadar arti dari perjuangan.
         Karena begitu asyik aku menikmati, aku tak sadar sudah basah kuyup. Aku segera mengganti pakaianku, malam tiba aku merasakan tubuhku yang panas. Aku demam, keesokannya ibuku membawaku ke dokter. Hujan yaa karna hujan yang membawaku larut dan jatuh dalam suasananya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar