Halaman

Jumat, 22 Mei 2020

PENTIGRAF ATHAYYA SHABRI


Di tahun 2020 ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, yang di rumah tidak boleh keluar, yang di luar harus berjaga jarak. Sebagian besar aktivitas dilakukan di rumah. Sebagai pelajar, aku merasa sangat bosan Karena tidak boleh bermain diluar dan harus mengerjakan tugas yang menumpuk. Tetapi hanya dengan ini cara satu-satunya untuk memberantas rantai virus ini.


Di suatu saat aku sedang berbelanja di sebuah pasar,tetapi aku lupa tidak menggunakan masker. Setelah 2 hari aku merasakan badanku terasa panas dan demam. Aku kira, itu adalah demam biasa karena kelelahan kemarin, Akan tetapi lama kelamaan panasnya semakin tinggi. Saat aku browsing ternyata itu adalah gejala gejala virus corona. Saat itu aku langsung dibawa ke rumah sakit dan segera diperiksa dokter, ternyata benar aku dinyatakan ODP oleh dokter. Setelah mendengar kata itu seketika badan ku lemas dan sempat berpikir apakah ini akhir hidupku.Aku pun segera dimasukan ke ruang isolasi rumah sakit.


Setelah 2 minggu aku di ruang isolasi, badan ku mulai membaik. Dan aku sudah tidak ada pikiran seperti saat aku masuk pertama  kali ke ruangan ini. Saat itu dokter mengatakan bahwa ada satu test lagi, yaitu rapid test.  Aku ditest sekali lagi untuk memastikan aku sudah sembuh atau belum,dengan cara perawat mengambil sampel darahku untuk di periksa. Setelah darahku di ambil untuk di test. Aku dihimbau untuk tetap istirahat dulu dan menunggu 2 mingu untuk hasil test.setelah 2 minggu ternyata aku sudah negatif dari virus corona.tetapi dokter berpesan agar tetap selalu jaga jarak dan mengatakan jika orang terkena virus belum tentu akan mati. Dihari itu aku sangat senang bisa pulang dan berkumpul keluarga
Nama athayya shabri
Kelas   8j
Absen 05

Tidak ada komentar:

Posting Komentar